Salah ambil

Pagi itu Jon Koplo sudah terlihat necis dengan gaya ala Tukul. Rambut cepak, pakai baju kotak-kotak plus kathok alus. Dengan sepeda onthel-nya Koplo melaju menuju kampus di daerah Kentingan, Solo. Tak lama kemuadian ia pun sampai di kampus dan langsung bergabung dengan teman-temannya yang saat itu lagi pada serius baca diktat kuliah. “Lho, ada ujian ya? Wadhuh, matrih aku! KRSlu lupa nggak tak bawa!” Koplo mulai panik. “Eh, Mbus, pinjam motormu, tak pakai buat ngambil KRS,” pinta Koplo kepada temannya.

“Soalnya kalau pakai sepeda jelas nggak nyandhak,” tambahnya lagi. “Nih, cari motorku di parkiran sana,” jawab Gembus rada jengkel. Tanpa ba bi bu Koplo pun langsung menuju parkiran. Namun setelah sampai di parkiran Koplo terlihat bingung. “Wadhuh, sing endi pite Gembus?” gumamnya. Di parkiran memang ada beberapa motor yang sama dengan motor milik Gembus dan ndilalah Koplo lupa tanya pelat nomornya.

Dari pada kesuwen, Koplo pun njajali siji-siji sepeda motor yang sudah diparkir rapi tersebut. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya Koplo pun menemukan motor yang sesuai dengan kunci yang diberikan Gembus tadi. Mak saceklik, “O … jebul iki ta pite Gembus,” batin Koplo. Kemudian Koplo langsung nyetater motor tadi dan tancap gas. Namun baru berjalan kurang lebih 10 meter, tiba-tiba terdengar teriakan, “E. .. e … mandheg!” Mendengar teriakan tadi, Koplo langsung ngerem mak siiit, terus noleh. Seseorang menghampirinya.

“He, motorku mau dibawa ke mana? Mau macem-macem ya?” tanya orang itu sajak kurang bersahabat. Ternyata Saudara-saudara, motor yang ditunggangi Koplo tadi milik orang itu yang kunci kontaknya memang sudah lower. ‘Oh, sori Mas. Tak kira milik teman saya wong kontaknya bisa kok,” Koplo pun abang biru campur ndredheg. Spontan orang-orang yang melihat kejadian itu pada ngakak.

Kiriman Krisbiantoro,
FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta,
JI Ir Sutami 36A
Solo 57126.

Solopos, 25 Juni 2007

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top