Gara-gara pidato…!

Masa SMA adalah masa paling indah. Begitulah banyak orang bilang. Tapi yang pernah menikmati masa SMA, sesungguhnya anggapan seperti itu tidaklah 100% benar! Karena kadang-kadang banyak juga hal-hal yang membuat masa SMA itu tidak selalu indah, tapi malah menyedihkan. 
Salah satu contohnya kalau pas punya guru yang medeni alias galak, seperti guru Bahasa Indonesia Jon Koplo, Tom Gembus, Lady Cempluk dan Genduk Nicole ini.

Alkisah, waktu itu Tom Gembus dan Jon Koplo serta seluruh siswa disuruh maju ke depan kelas untuk berpidato tanpa teks secara spontanitas. Terang saja Jon Koplo dkk kelabakan karena tidak ada persiapan sama sekali.

Karena telanjur keweden, akhirnya satu persatu siswa setelah diabsen pun maju untuk berpidato, meskipun keringat dingin mengucur dari hampir seluruh siswa yang maju. Belum lagi pidatonya yang tak karuan bin sama sekali pating pleguk.

Nah ketika giliran Lady Cempluk, salah seorang siswi yang di kelas itu terkenal paling lemah-lembut alias lemu tur mbutul, terjadilah kehebohan luar biasa.

”Selanjutnya giliran Cempluk,” kata Pak Guru yang saat itu menanggil si Cempluk agar maju ke depan kelas guna berpidato.

Si Cempluk yang mendapat giliran langsung njenggirat kaget setengah mati. Jantungnya sampai berbunyi seperti bedug dipukul dan badanya agak gemetar bin ndredeg, dengan langkah berat akhirnya si Cempluk nekat ke depan untuk berpidato.

Apa yang terjadi para pembaca, sesampainya di depan si Cempluk ini bukannya cepat berpidato tapi ia malah gelisah dan tampak gusar. Dia hanya lenggat-lenggot bak menthok mau bertelur, tangannya diremes-remes sendiri, sementara mulutnya hanya komat-kamit dan matanya melihat ke bawah terus.

Melihat pemandangan yang nganyelke itu, membuat Pak Guru jadi terlihat tidak sabar. Kemudian dengan nada keras iapun membentak si Cempluk, ”Ayo cepat Pluk pidatonya dimulai!!”

Si Cempluk pun njondhil kuaget dan makin grogi tidak karuan. Akhirnya, mungkin karena saking tidak bisa lagi mengendalikan diri sekaligus karena sudah tidak tahan, si Cempluk pun berkata, ”e… anu… Pak. Anu…, saya minta izin pipis dulu ke belakang,” kata Cempluk dengan wajah setengah pucat.

Belum lagi mendapat jawaban dari Pak Guru apalagi dipersilakan, si Cempluk sudah lari ngibrit terbirit-birit ke luar kelas. Melihat adegan tersebut, tentu saja seisi kelas langsung meledak tawanya, tak terkecuali Pak Guru yang terkenal sangar pun ikut tertawa, sambil berkata. ”Oalah Pluk… Pluk orang disuruh pidato kok malah kepoyoh-poyoh (ngompol),” katanya pelan sambil menahan tawa.

 – Kiriman Suroso, Ngadirejo Ngunut Jumantono, Karanganyar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top