”Tulung… sandalku munggah dhewe”

Ibu Genduk Nicole, yaitu Lady Cempluk, datang dari desa. Biasa, dia menjenguk anak semata wayangnya dan cucu tersayangnya, sekalian mau plesiran. Sabtu sore itu Genduk Nicole berniat mengajak ibunya pergi ke supermarket sekalian mau bermalam Minggu dan cuci mata. Karena seharian ibunya ditinggal sendiri di rumah atau home alone. 
”Mbok, ayo tak ajak mlaku-mlaku,” kata Genduk Nicole.

”Menyang ngendi Nduk?” tanya Lady Cempluk yang asyik menonton TV dengan cucunya.

”Matahari,” jawab Genduk Nicole singkat.

”Lha, Matahari kuwi rak srengenge ta, Nduk. Apa ora kepanasen,” tanya Lady Cempluk yang langsung kelihatan ndesane.

”Enggak, Mbok. Matahari itu nama supermarket. Pasar sing gede banget, tur isine komplet,” jawab Genduk Nicole.

Lady Cempluk hanya manthuk-manthuk tanda mengerti. Maklumlah, selama ini Lady Cempluk yang hidup di desa super terpencil hanya mengenal Pasar Legi, Pasar Gede dan Pasar Pon, tak lebih. Singkat cerita mereka sudah sampai di tujuan. Lady Cempluk kelihatan terkagum-kagum dengan bangunan yang baru selesai dibangun pasca kerusuhan Mei 1998.

”Waduh… duh… elok tenan. Padhang banget, koyo bulan tanggal limolas. Jan…, apik banget tokone ya,” komentar Lady Cempluk yang melihat terangnya lampu menghiasi Matahari Department Store Singosaren.

Setelah lama berjalan-jalan di lantai dasar, Jon Koplo, suami Genduk Nicole, berniat naik ke atas mencari baju yang kebetulan ada di lantai dua. Jon Koplo mengajak Genduk Nicole yang saat itu ada di sampingnya. ”Bu, ayo naik ke atas. Aku mau beli kemeja putih!” ajak Jon Koplo.

Genduk Nicole mengiyakan dan menyuruh Jon Koplo untuk duluan. ”Aku entar aja sama Simbok,” kata Genduk Nicole.

Setelah beberapa lama Genduk Nicole mengajak Lady Cempluk naik ke atas. Tak berapa lama kemudian mereka berdua sudah ada di depan eskalator yang menuju lantai dua.

”Ayo, Mbok,” ajak Genduk Nicole.

”Lho, nganggo apa, Nduk munggahe?” tanya Lady Cempluk yang keheranan melihat eskalator. Dia heran, kok tangga bisa jalan sendiri.

”Pakai ini. Eskalator namanya. Kalau pakai ini, kita nggak usah berjalan,” kata Genduk Nicole menerangkan. Lady Cempluk manggut-manggut mendengar penjelasan Genduk Nicole.

”Ayo Mbok, cepat munggah,” ajak Genduk Nicole.

Cempluk masih saja berdiri. Genduk Nicole mengajak sekali lagi. Tapi, Lady Cempluk tetap diam saja. ”Aku ora iso munggahe, Nduk. Aku wedi,” kata Lady Cempluk dengan mimik memelas.

”Begini ya Mbok. Simbok tinggal melangkah kaki kanan ke tangga yang pertama, kemudian pegangan di sini,” kata Genduk Nicole menjelaskan.

”Wegah, Nduk. Aku wedi tiba,” kata Lady Cempluk. Lama-lama Genduk Nicole sebel melihat kelakuan Lady Cempluk.

”Alah…., nggak usah takut, Mbok. Nanti kalau jatuh aku ada di belakang Simbok,” kata Genduk Nicole meyakinkan.

Lady Cempluk tetap saja tidak mau. Karena jengkel, Genduk Nicole menggandeng tangan Lady Cempluk dan nekat naik eskalator. ”Nggak mau, wegah aku, Nduk.”

Kejadian ini jadi tontonan pengunjung mal yang kebetulan mau menggunakan eskalator.

”Cepetan-lah, Mbok,” ajak Genduk Nicole lagi. Akhirnya, Lady Cempluk dengan ketakutan yang amat sangat mencoba apa yang diterangkan Genduk Nicole.

Kaki kanannya dilangkahkan ke tangga yang berjalan. Kaki Lady Cempluk gemetaran itu. Lha, ndilalahnya, Lady Cempluk saat itu memakai sandal selop. Pas kakinya melangkah, rasa takutnya muncul lagi. Sontak ditariknya kakinya dari tangga itu.

Tapi celakanya, sandal Lady Cempluk masih tertinggal di tangga eskalator. Bisa ditebak, bukan Lady Cempluk yang sampai di atas. Tapi hanya sandal saja yang sampai di atas.

”Waduh… waduh… Nduk. Sandalku munggah dhewe. Tulung… tulung, Nduk,” kata Lady Cempluk ketakutan.

Lady Cempluk tetap saja berteriak-teriak. Kontan saja semua orang yang melihat ke arah Lady Cempluk yang kebingungan karena sandalnya naik sendiri ke atas dan Genduk Nicole wajahnya memerah karena malu. Dan nggak usah ditebak lagi, semua tertawa. Genduk Nicole semakin malu.

 – Kiriman: Susi Prasetyaningtyas d.a FKIP Biologi UNS, Jl Ir Ir Sutami 36 A, Gedung V, Solo 57126.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top