Susu isi klambi… kok isa?

Lady Cempluk baru saja menjadi seorang nenek. Ya, dia mendapat seorang cucu perempuan yang cantik dan imut-imut dari puteri tercintanya, Genduk Nicole. Tak heran apabila wajah Lady Cempluk semakin sumringah saja semenjak kelahiran cucunya ini. 
Maklum, ini adalah cucu pertamanya.

Berita kelahiran cucu pertama Lady Cempluk pun cepat menyebar. Para tetangga berdatangan ingin menengok sang bayi, tentu saja dengan membawa kado sebagai tanda tresna dan ungkapan rasa ikut berbahagia.

Barangkali hal ini juga membawa kebahagiaan tersendiri bagi Lady Cempluk. Rumahnya hampir tiap hari kedatangan tamu, dan tentu saja hampir semua tamunya membawa kado buat cucu kesayanganya.

Ngomong-ngomong soal kado, semenjak kelahiran cucu pertamanya ini, Lady Cempluk yang paling bersemangat membuka kado. Ya sekadar ingin tahu, apa sih isinya?

Sore itu Lady Cempluk baru saja nguntapke kepulangan tamunya. Kemudian nenek baru ini bergegas masuk sambil menenteng kado dari tamunya. Bersama puterinya yaitu Genduk Nicole, dibukanya bungkus kado tersebut.

”Lho… apa ni, kok isinya susu buat anak umur satu tahun?” ujar Bu Cempluk.

”Mungkin tamunya tadi berharap anakku cepet gede dan bisa minum susu itu,” ucap Genduk Nicole sekenanya.

”Ya sudah, besuk kita berikan sepupumu saja, anaknya kan sudah satu tahun” usul Lady Cempluk dan Genduk Nicole mengangguk.

Keesokan harinya Lady Cempluk bertandang ke rumah keponakannya yaitu Jon Koplo. Tanpa ba-bi-bu dan basa-basi lagi Lady Cempluk langsung mengutarakan maksud kedatangannya. ”Ini Plo, buat anakmu saja. Cucuku masih bayi kok dikasih susu seperti itu,” kata Lady Cempluk.

Jon Koplo seneng-seneng saja menerima susu pemberian Buliknya. Apalagi hari gini kan susu buat Balita mahal.

”Kebetulan nih… rezeki nomplok!” pikir Jon Koplo.

Sepulang Lady Cempluk, Jon Koplo segera membuka kardus susu itu. ”Wee..lha apa iki? Isinya kok baju bayi, jare mau susu!” guman Jon Koplo sambil membolak-balik baju-baju bayi itu.

”Wah… Bulik Cempluk pasti keliru ini, anakku laki-laki kok dikasih rok!”

Tanpa menunggu lama, Jon Koplo segera memasukkan kembali baju bayi tersebut ke dalam kardus susu dan meluncur ke kediaman Buliknya.

Sesampainya di sana, Jon Koplo langsung memberikan kardus susu tersebut pada Lady Cempluk. ”Maaf Bulik, anakku nggak doyan susu kayak gini, ora enak,” ujar Jon Koplo.

Lady Cempluk segera membuka kardus susu dan mengeluarkan isinya.

”Wealah… isine klambi bayi ta. Wingi ki tak kira susu je, mula ora tak buka kerduse!” Lady Cempluk baru menyadari kekeliruannya diiringi tawa kompak Genduk Nicole dan Jon Koplo.  

– Kiriman Hj Siti Suyatmi, Perumda Belangwetan No 68, RT 04/16, Klaten 57436.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top