”Bang bakso! Dua mangkok…”

Akal manusia bisa juga kalah dengan hewan. Tapi itu mungkin juga karena kebodohan manusia sendiri. Biasanya ini terjadi pada film komedi yang konyol dan dibuat-buat. Tapi apa yang dialami sobat kita Jon Koplo ini benar-benar terjadi di alam nyata. 
Koplo dibuat senewen dan keki oleh seekor burung.

Bagaimana ceritanya. Begini pembaca setia SOLOPOS. Jon Koplo yang asal Wonogiri ini merantau ke Jakarta. Dia menjadi pedagang bakso keliling.

Sebenarnya sudah cukup lama Koplo menjalani profesinya ini dan sudah sangat berpengalaman. Tapi suatu kali dia kena tipu. Dan yang menipunya sulit dituntut ke muka pengadilan. Penipuan ini juga tidak bikin dia marah, tapi malah tersenyum geli.

Kok bisa begitu? Seperti biasanya hari itu Koplo membawa gerobak baksonya keliling kampung.

Ketika melewati sebuah kompleks perumahan mewah, Koplo jadi penasaran ingin menjajakan dagangannya ke sana. Dia pun memasuki kompleks rumah orang-orang kaya itu. Ternyata banyak juga yang membeli. Hati Koplo senang bukan main.

Suatu ketika Koplo lewat di depan sebuah rumah mewah.

Koplo memukulkan sendok ke mangkuk untuk membunyikan suara khas tukang bakso, ”ting… ting… ting….” Dengan membunyikan suara dentingan mangkuk itu saja sudah bisa memanggil orang-orang yang ingin membeli baksonya.

”Bang… bakso…! Dua mangkuk…!” terdengar suara cemprang dari balik pagar besi rumah mewah itu.

Koplo menghentikan gerobaknya. Dia sempat heran juga karena yang mau membeli bakso tidak keluar dari pintu gerbang. Tapi Koplo mencoba memakluminya.

Orang kaya kalau mau membeli makanan di pinggir jalan memang tinggal pesan dari dalam rumah. Atau mungkin karena malu kalau ketahuan membeli makanan pinggiran jalan.

Koplo sendiri tak mau banyak komentar. Baginya yang penting pembeli adalah raja. Dia pun segera membuatkan dua bakso seperti pesanan pemilik rumah mewah itu.

Setelah selesai dia lalu mengantarnya ke dalam rumah. Kebetulan pintu gerbang tidak dikunci. Tapi anehnya di teras depan rumah tidak ada orang. Pintu rumah juga tertutup.

”Permisi…! Pak ini baksonya sudah jadi !” seru Koplo memberitahu pemilik rumah.

Tapi ditunggu beberapa saat tidak juga ada yang keluar dari dalam rumah. Koplo agak kesal juga. Dia mengeraskan panggilannya yang kedua lebih keras lagi. Kali ini panggilannya didengar oleh pemilik rumah. Seorang gadis cantik keluar dari pintu.

”Ada apa Bang?” tanya Lady Cempluk, nama gadis itu heran.

”Ini pesanan baksonya!” ujar Koplo.

”Bakso? Siapa yang memesan bakso?”

”Lho, tadi bukankah ada orang di sini yang memesan bakso…?”

Belum selesai Koplo bicara, tiba-tiba ada suara menyela.

”Bang… bakso…! Dua mangkuk …!” Koplo langsung menoleh. Dan betapa njenggirat bin kaget serta malunya dia karena yang ngomong itu ternyata seekor burung kakak tua. Wajah Koplo merah padam.

Sementara Cempluk tak bisa menahan tawa gelinya. ”Wah, Bang bakso tadi ketipu sama burung kakak tua saya,” katanya.

”Ya maaf saja, Non. Habis suaranya mirip manusia!” ujar Koplo jadi keki.

Dia hendak membawa kembali dua mangkuk bakso yang dibuatnya. Tapi Cempluk mencegahnya. Karena sudah telanjur dibuat dan kasihan sama Koplo akhirnya bakso itu dibeli juga oleh Cempluk.

Sementara Koplo dalam hati cuma bisa geli-geli senewen. O, dasar burung kakak tua sialan! Tapi untung saja Non Cempluknya mau membeli dagangannya.  

– Kiriman Eko Hartono, RT 02, Tegalombo, Banyakprodo, Wonogiri, 57672.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top