”Oh my God… durenku… durenku”

Di Terminal Purwodadi, tampak Jon Koplo clingak-clinguk menunggu angkutan pedesaan yang menuju kampungnya. Sambil membawa tiga buah duren yang ditenteng di tangan kanannya, Jon Koplo juga membawa telepon genggam alias HP murahan berwarna merah menyala di tangan kirinya. 
Jon Koplo yang memang asli orang udik ini, mungkin sedang terkena sindrom modernitas. Dia terlihat merasa paling gagah di terminal itu. Dengan lagak dan gaya orang paling metropolitan, dia pethanthang-pethentheng dengan kacamata riben palsunya yang berwarna hijau muda itu.

Akhirnya angkutan yang ditunggu Jon Koplo pun muncul. Jon Koplo bergegas naik Angkot tersebut sambil membawa tiga durennya. Kebetulan Angkot yang ditumpanginya penuh penumpang. Satu-satunya tempat yang tersisa adalah jok dekat pintu, persisnya jok yang menghadap ke belakang.

Pada waktu naik Angkpt, Jon Koplo memang terlihat sakpenake dhewe meletakkan tiga durennya di dekat pintu. Karena dirasa mengganggu, Tom Gembus, kenek Angkot itu kemudian mengambilnya untuk di taruh di bagasi. Padahal ketika itu Jon Koplo tidak tahu kalau durennya dipindahkan.

”Durenne sapa ta iki sing ngadhang-ngadhangi dalan?” kata Tom Gembus grememang sehingga tidak didengar Jon Koplo karena suara bising kenalpot mobil Angkot itu.

Kebetulan di jok dekat Jon Koplo duduk, ada dua cewek kece yang dari tadi dilirak-lirik Koplo lewat kacamata ribennya. Kedua cewek itu, sebut saja bernama Lady Cempluk dan Genduk Nicole, sejak awal justru mulai geli dengan gaya Koplo yang sok modern tapi malah terlihat norak itu.

Merasa diperhatikan, Jon Koplo pun mulai pasang aksi, tebar pesona terhadap kedua cewek tadi. Dia mengeluarkan HP merahnya yang gedhene sak hohah itu dari sakunya. Sambil pejat-pejet keypad HP-nya Jon Koplo kemudian menegur Lady Cempluk dan Genduk Nicole, ”Mau ke mana Mbak?”.

Spontan Lady Cempluk dan Genduk Nicole yang sedari tadi sudah saling pandang sambil ngampet guyu mendadak ketawa ngakak. Soalnya mereka dari tadi memang merasa geli melihat gerak-gerik Koplo yang dinilai norak tur ngisin-ngisini itu.

”Lho kok ketawa emangnya ada apa?” tanya Koplo lagi kepada Lady Cempluk dan Genduk Nicole.

”Ora ana apa-apa kok Mas,” jawab Lady Cempluk dengan santai.

Jon Koplo jadi Salting karena dia melihat Lady Cempluk dan Genduk Nicole masih senyum-senyum sambil rasan-rasan.

Koplo semakin penasaran dengan apa yang di tertawakan dua cewek tadi. Tapi belum sampai penasarannya hilang Angkot sudah berhenti di depan rumahnya Koplo. Terpaksa Koplo harus turun sambil ”mangga’ke” Lady Cempluk dan Genduk Nicole.

Nah ketika turun dan mau mengambil duren yang dia bawa tadi, Koplo njenggirat kaget durennya sudah tidak ada lagi di tempat semula. Dia kemudian justru menaruh curiga pada Lady Cempluk dan Genduk Nicole, dengan melongok-longok ke arah jok yang diduduki mereka. Jarinya menuding-niding sambil berteriak ”Duren… duren….durenku mana ya….”

Lady Cempluk dan Genduk Nicole yang tau di mana duren Koplo berada, tambah kemekelen namun kemudian dia menunjuk ke belakang sambil cengar-cengir .

Sementara itu, semua penumpang Angkot menjadi bingung. ”Iki lho Mas durenne,” celetuk Tom Gembus yang baru sadar kalau telah menaruh duren Koplo di bagasi Angkot.

Dengan ekspresi yang super norak, kendesoannya dan gayanya yang kemakine pol Jon Koplo mengambil durennya sambil berteriak, ”Ohhhhh… my God… durenku di sini ta.”

Mendengar pekikan Koplo yang nggilani itu seluruh penumpang Angkot pun serentak gueerrrr, tertawa lebar dibuatnya. Akan tetapi dengan tidak merasa berdosa Jon Koplo ngacir ke rumahnya dengan meneteng 3 duren kebanggaannya tadi sambil berteriak lantang ”Mamiiiii…mamiii… tak oleh-olehiiii dureeeeeeen… Mi…

Kontan saja seluruh penumpang kemudian melongok ke arah datangnya suara seorang simbok-simbok yang dengan gembira menyambut kedatangan Jon Koplo bak aktor Hollywood. Dan geerrrr sekali lagi dari Angkot jurusan Porwadadi ke kampung Jon Koplo itupun kembali terdengar.  

– Kiriman Siti Anisah, FKIP Biologi’99 UNS Jl Ir Sutami No 36A Solo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top