Cuek demi amplop

Pembaca SOLOPOS yang budiman, cerita lucu dan gawe isin ini terjadi pada diri tokoh kita Lady Cemlpuk. Peristiwanya terjadi pada sekitar akhir bulan Februari 2002 silam.
Figur Lady Cempluk yang warga sebuah kecamatan di Klaten ini adalah seorang ibu setengah baya dalam kehidupan kesehariannya adalah terkenal lugu dan agak sedikit ”kocak” bahkan terkadang malah kelihatan wagu. 
Nah pada suatu hari di perumahannya ada tetangga, lain RT ada keluarga yang sedang berduka cita. Siang itu Lady Cempluk dengan semangat empat lima ingin melayat dan mengajak ramai-ramai dengan teman dekatnya untuk ber-takziah.

Akan tetapi, bersamaan dengan hari itu juga Genduk Nicole, tetangga dekat Lady Cempluk, sedang punya hajatan pesta pernikahan anaknya. Maklum biasanya sudah merupakan suatu kebiasaan di perumahan bila ada yang punya hajat pasti jarang datang pas acara resepsinya, maka Lady Cempluk dan teman-temannya sore itu sekaligus akan sekalian nyumbang.

Nah awal cerita lucu itu terjadi ketika Lady Cempluk sudah menyiapkan dua amplop yang sama tapi beda isinya. Yang satu untuk nglayat dan yang satu untuk nyumbang ke hajatan pernikahan.

Sepanjang jalan menuju tempat melayat Lady Cempluk asyik ngobrol ngalor-ngidul, ngetan-ngulon dan setelah sampai di tempat layatan dengan penuh percaya diri, Lady Cempluk langsung memasukkan amplop-amplopnya ke kotak duka.

Setelah mengikuti serangkaian prosesi layatan layatan dan ngutapke layon jenazah, maka pulanglah mereka bersama teman-teman.

Belum lagi sampai di rumah, Genduk Nicole tiba-tiba njenggirat kaget bagai disambar petir. Lady Cempluk baru sadar bahwa kedua amplop tadi dimasukkan ke kotak duka semua. Mengetahui hal itu, maka Lady Cempluk tanpa pikir dawa langsung mbalik untuk mengklarifikasi soal amplop itu ke tempat melayat tadi.

Karena yang dekat dengan kotak itu adalah Jon Koplo, yang saat itu menjabat sebagai among tamu maka Lady Cempluk mendekati Jon Koplo. Dengan wajah yang penuh cuek Lady Cempluk langsung menjelaskan masalahnya.

Tentu saja Jon Koplo sang among tamu yang tadi menjaga kotak amal, bingung dan tak dapat berbuat banyak kecuali hanya bingung sambil tertawa kecut soalnya tak mungkin dia berani mbuka kotak duka sebelum upacara pemakaman itu selesai.

Melihat ada suasana yang agak lain, Tom Gembus salah seorang saudara dari keluarga yang sedang berduka menghampiri Lady Cempluk dan Jon Koplo, ingin mengetahui masalah apa sebenarnya yang terjadi.

Setelah tahu duduk perkaranya, maka untuk menjaga suasana agar tidak bertambah gaduh, ditukarlah uang Lady Cempluk tadi sesuai dengan jumlahnya. Akhirnya wajah Lady Cempluk menjadi cerah kembali. Kemudian Lady Cempluk langsung pamitan setelah menerima kembali uangnya, ”Matur nuwun, lho Mbus, Anda sangat membantu.”

”Ndak apa-apa Mbak Cempluk,” jawab Tom Gembus.

Melihat peristiwa tersebut maka semua yang sedang melayat tertawa yang ditahan serta berkata, ”Dasar Cempluk ya tetap Cempluk…”  – Kiriman Susilo Budi Hermanto S Sos, Karyawan STAIM Klaten Jl Ki Ageng Gribig, Sangkal Putung, Klaten.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top