Balita tak tahu kemajuan

Di tengah kehidupan modern ini segala hal seringkali ingin dilakukan dengan praktis dan efisien. Salah satu contoh konkret di antaranya adalah penggunaan popok sekali pakai atau biasa disebut pampers pada Balita. Hal ini biasanya dilakukan oleh para ibu rumah tangga modern di kota. Mereka tak ingin dibuat repot dengan urusan mengganti popok anaknya yang sering ngompol. 
Nah, gara-gara soal pampers ini ada pengalaman lucu sekaligus konyol dialami oleh Lady Cempluk yang tinggal di sebuah desa pinggiran Kota Wonogiri.

Ceritanya, hari itu Lady Cempluk kedatangan kerabatnya dari Kota Semarang. Mereka berniat menginap satu malam di rumahnya. Sebagai tuan rumah yang baik, dia dan suaminya tentu saja melayani mereka dengan sebaik-baiknya.

Salah satu kerabatnya yang bernama Genduk Nicole kebetulan membawa anaknya yang masih Balita. Usia anak perempuamnya itu sebaya dengan anak perempuan Lady Cempluk.

Karena sama-sama punya anak yang masih Balita, Cempluk dan Genduk pun jadi asyik ngobrol saling bertukar pengalaman mengasuh bayinya. Salah satu hal yang menarik perhatian Cempluk adalah cara Genduk menangani bayinya dengan mengenakan popok modern.

Karena dia merasa belum pernah tahu ada popok sing ketoke empuk, kandel dan tampak mbeduduk itu, Cempluk pun bertanya pada Genduk.

”Kok dipakaikan popok seperti ini sih, Mbak Genduk? Apa ndak susah bayinya?” begitu tanyanya ingin tahu.

”Ini namanya popok modern dan praktis. Kita tidak perlu gonta-ganti popok kalau bayi kita pipis berulang kali, karena popok ini langsung menyerap air kencing. Ini bisa digunakan pada malam hari biar kita tidak bolak-balik bangun karena harus mengganti popok!” demikian penjelasan Genduk.

”O, jadi ini seperti yang diiklankan TV itu ta Mbak?” komentar Lady Cempluk.

”Begitulah!”

Cempluk jadi kagum melihatnya. Apa yang dikatakan Genduk benar. Dia tidak dibuat repot oleh bayinya yang berulangkali pipis, karena dia tidak harus mengganti popoknya. Cempluk jadi tertarik untuk mencoba popok modern itu pada anaknya. Soalnya bayinya yang berusia satu tahun itu memang kerap membuat repot saat tidur malam karena sering ngompol.

Karena ingin sekali menikmati nyenyaknya tidur malam tanpa gangguan tangisan anaknya, Cempluk lalu meminta satu buah popok modern pada Genduk. Dengan senang hati Genduk pun memberikannya. Maka malam itu sebelum tidur, dipakaikanlah popok modern itu kepada anak kesayangannya.

Apa yang dikatakan Genduk benar. Semalaman Cempluk pun bisa tidur nyenyak sampai pagi. Dia tidak lagi bangun tengah malam untuk mengganti celana anaknya karena kencingnya tentu sudah diserap popok modern itu.

Tapi pagi harinya ketika bangun Cempluk dibuat kaget dan heran melihat perut anaknya yang agak berbeda, sedikit menggelembung layaknya anak-anak yang sedang cacingan. Dia lalu memeriksa pampers yang dikenakannya.

Aneh, pampers yang dipakai anaknya tidak basah babar blas alias semalaman tidak kencing. Kini sudah jelas masalahnya, rupanya anaknya yang tidak biasa memakai popok modern itu merasa aneh dengan celana bergelembung yang dipakainya. Mungkin karena itu dia jadi enggan pipis dan hanya menahannya. Tapi hal itu berakibat perutnya jadi kembung.

Tak pelak, kejadian ini membuat seisi rumah jadi ngguyu kepingkel-pingkel. ”Oalah, dasar bayi ndesa ora ngerti kemajuan. Wong diberi popok modern malah ndak bisa kencing!” begitu gerutu Cempluk dengan nada kecut.

”Ya, wis, Pluk! Namanya juga nggak biasa pakai!” komentar Genduk menenangkan.

Sejak itu Cempluk kapok memakaikan pampers kepada anaknya.  – Kiriman Parmi, Kios Kusuma Pasar Tirtomoyo, Wonogiri, 57672

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top