Mbah Koplo yang mulai pikun…

Ketenangan dalam menghadapi cobaan memang sulit dilakukan oleh setiap orang. Kebanyakan orang selalu panik pada saat mendapat suatu musibah. Karena kepanikannya itu, dapat berakibat fatal sekaligus membingungkan banyak orang. Nah, hal seperti itulah yang kira-kira dialami Sohib kita, Jon Koplo, pada hari Lebaran beberapa waktu lalu. 
Kisahnya, pada Lebaran silam Jon Koplo yang usianya sudah berkepala enam ini seperti biasanya dikunjungi oleh cucu-cucunya yang kebanyakan berasal dari kota-kota besar di luar Solo.

Singkat cerita, Jon Koplo yang kelihatannya sudah mulai pikun ini mengajak cucunya, Tom Gembus yang asli Jakarte pergi ke rumah anaknya, Lady Cempluk, di kawasan Solo bagian utara. ”Ayo Mbus, cepetan mbonceng lan pegangan erat-erat ya!” komando Jon Koplo.

Setelah menyetater motor tuanya, Jon Koplo langsung tancap gas dan wus… sss berjalanlah motor bututnya dengan santai. Mereka pun terlibat dalam perbincangan asyik di sepanjang jalan dan sekali-kali Jon Koplo menunjukkan tempat tertentu kepada Tom Gembus.

Setelah berjalan kira-kira 1 km, pas di pertigaan jalan menuju ke kampung rumah Lady Cempluk, tiba-tiba motor butut Jon Koplo disosor motor yang ada di belakangnya dan mak bruk… jatuhlah Jon Koplo dan Tom Gembus ke tanah. Orang di sekitarnya langsung berlari dan menolongnya.

”Wah, sialan tenan kowe, numpak motor wae ugal-ugalan. Aku kan udah berjalan benar lagi pelan-pelan, kenapa kamu sosor haaa? Bocah kok yak-yakan!” omel Jon Koplo kepada pengemudi motor itu sambil menahan rasa sakit di pinggulnya. Untung saja kejadian itu dapat diselesaikan dengan damai lagian kedua motor tersebut tidak ada yang rusak.

Jon Koplo pun langsung nyetater motornya lagi dan makblas… berlanjutlah petualangannya. Sampai di tempat tujuan, Jon Koplo langsung disambut oleh Lady Cempluk yang kebetulan berada di depan pintu.

”E… Bapak, sendirian ta?” sapa Lady Cempluk.

”Tidak, Aku sama Gembus,” jawab Jon Koplo sambil memarkir motor bututnya.

”Sama Gembus, lalu mana Tom Gembus, Pak?” tanya Lady Cempluk keheranan.

”Lho, tadi sudah turun dari motor tuh. Mungkin lewat dapur,” kata Jon Koplo agak bingung.

Namun setelah dicari kesana-kemari, Tom Gembus tidak juga ditemukan. Orang serumah pun jadi panik mencarinya, terutama Jon Koplo yang merasa bertanggung jawab. Jon Koplo langsung menceritakan awal petualangannya dari rumah.

Setelah mendengar cerita petualangan Mbahnya, Genduk Nicole langsung meluncur ke tempat kejadian perkara alias TKP kecelakaan Jon Koplo tadi. Di sanalah Genduk Nicole menemukan Tom Gembus dan langsung diajak ke rumah. Sampai di rumah, Tom Gembus disambut gembira bak pahlawan pulang dari peperangan.

”Oalah Mbus, jebul kowe mau keri ta?” kata Jon Koplo. Tom Gembus yang tidak mudheng bahasa jawa itu hanya bisa tersenyum kecut sambil menahan rasa dongkol.

”Lelakon-lelakon, apa. Aku ki wis tambah pikun ta Pluk?” tanya Jon Koplo polos.

”Inggih sampun, dipun trima kemawon, Pak?” Jawab Lady Cempluk dengan enthengnya. Mendengar jawaban itu, Jon Koplo hanya bisa klecam-klecem sambil mengelus-elus jidatnya. Suasana rumah pun jadi berubah, yang tadinya diselimuti rasa panik dan cemas berakhir dengan gerr-geran.

 – Kiriman Dwi Eny Susiyani, Plandi 02/1 Pasuruhan Mertoyudan Magelang, 56172.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top