Mikire kepanjangan…

Kisah Ah Tenane kali ini adalah menyangkut petualangan Jon Koplo yang sangat nganyelke saat bertemu sorang bapak-bapak, sebut saja namanya Tom Gembus.
Keduanya kebetulan bertemu ketika bersama-sama berangkat dari Stasiun Balapan Solo menuju Jakarta dengan naik KA Senja Utama. 
Kejadiannya diawali ketika Jon Koplo ndilalah duduk persis di depan Pak Tom Gembus yang umurnya sudah terlihat setengah baya.

Setelah lama berdiam diri sambil menguap, Jon Koplo mencoba memecah keheningan dalam perjalanan. Dia pun iseng-iseng bertanya kepada Tom Gembus, ”Pak maaf, numpang tanya sekarang jam berapa?”

Pertanyaan seperti itu, biasanya kan sudah biasa. Sebuah pertanyaan yang lazim dilakukan oleh siapa pun, dimana pun, kapan pun dan kepada siapapun kan? Dan biasanya, orang yang bertanya, tentu akan memperoleh jawaban dari yang ditanya, toh itu hanya masalah sepele. Tapi kali ini sungguh di luar dugaan. Tom Gembus yang ditanya Jon Koplo diam saja.

Mengira Tom Gembus agak kurang peka pendengarannya, Jon Koplo pun kemudian mengulangi pertanyaannya, bahkan sampai tiga kali. Namun Tom Gembus ternyata tetap diam tidak mengeluarkan sepatah kata pun jawaban.

Merasa kesal dan penasaran, Jon Koplo kemudian memberanikan diri dengan mencolek Tom Gembus tersebut sambil berkata, ”Saya heran, mengapa Bapak kok tidak menjawab pertanyaan saya? Apa sih susahnya,” katanya sambil mlenges.

Mendapat colekan ditambah pertanyaan yang bernada sinis itu, Tom Gembus akhirnya mau juga angkat bicara. ”Bukannya saya nggak mau menjawab pertanyaan saudara, tapi nanti kalau saya jawab, kita pasti akan ngomong-ngomong lagi soal ini soal itu, terus nanti kita jadi akrab.”

Mendapat jawaban nlyeneh seperti itu, Jon Koplo pun hanya bisa melongo. Makanya dia pun terus bertanya lagi. ”Lalu apa salahnya kalau kita menjadi akrab Pak.”

Tom Gembus bilang, ”Nanti, isteri dan anak gadis saya akan menjemput saya di Stasiun Gambir. Kalau kita sudah akrab, nanti kita akan turun sama-sama, terus saya pasti memperkenalkan mereka sama kamu.”

Si Jon Koplo tambah bingung, ”Terus Pak, kalau sudah dikenalkan memang kenapa?” tanyanya lagi penasaran.

”Isteri saya tuch orangnya baik sekali sama semua orang. Nanti dia pasti nawarin kamu mampir ke rumah, nanti dia pasti nawarin kamu makan di rumah saya, mandi di rumah saya nanti kamu lama-lama bisa akrab dengan anak gadis saya, terus kamu bisa jadi pacar anak saya dan lama-lama kamu bisa jadi menantu saya,” katanya lagi.

Jon Koplo yang tadinya sudah bengong, sekarang makin bingung. Lantas dia pun bertanya lagi, ”Terus hubungannya apa dengan pertanyaan saya yang pertama tadi.”

Sambil berdiri dan berkata sedikit lantang, Tom Gembus menjawab, ”Masalahnya… saya tidak mau punya menantu seperti kamu, jam tangan aja nggak punya.”

Mak jenggirat Jon Koplo kaget, ditambah melongo untuk kali yang kesekian. ”Ya ampun… kok ya ada yang mikirnya kepanjangan gitu,” gerutu Jon Koplo ketika Tom Gembus meninggalkannya terbengong-bengong sendirian di kursinya yang kini tinggal dia sendirian.

 – Kiriman Sri Wulan, Dawung Tengah III No 11, Solo.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top