Tiwas ngebut… jebul keliru

Suatu ketika, kantor Jon Koplo dan Tom Gembus yang berada di tengah-tengahing Kota Solo, mengadakan pesta makan-makan untuk memperingati pisah-sambut salah seorang pimpinan mereka. 
Sebagai sebuah perusahaan yang sedang pesat berkembang dan harus mempertahankan diri dari prestasi yang telah dicapai, para karyawan dituntut harus bekerja dengan hemat, cermat, cepat dan bersahaja.

Ndilalahnya, pesta makan-makan itu kok ya diselenggarakan pas jam sibuk dari sebagian karyawan. Oleh karena itu, Jon Koplo dan Tom Gembus yang kebetulan kebagian shiftsibuk, sedikit bingung. ”Melu pesta pa ra?” tanya Koplo.

”Weh, lha yo jelas ta. Wong namanya pesta itu kan pasti menyangkut hal yang enak-enak,” papar Tom Gembus berargumen.

”Lha ya ayo, kita segera berangkat. Sampai di sana mangan langsung mblirit, ngejar waktu biar kerjaan kita kelar,” kata Jon Koplo.

”Kita tidak berangkat bareng teman-teman naik mobil?” timpal Tom Gembus lagi.

”Dikandhani biar cepet kok. Kita naik motor berdua saja, jadi tidak tergantung kepada siapa pun. Begitu nanti wareg kan bisa langsung cabut,” jawab Koplo yang sudah membayangkan beragam makan huenak-huenak bikinan rumah makan terkenal Nikmat Rasa.

Sejak sepekan sebelumnya, pengumuman acara pesta itu memang sudah ditempel di papan pengumuman dan tembok-tembok kantor. ”Hadirilah pesta makan besar, dalam rangka pisah sambut pimpinan kita… Datang tepat waktu pukul 19.00 WIB di RM Nikmat Rasa”

Semua karyawan tentu saja sudah membaca, termasuk Jon Koplo dan Tom Gembus. Maka begitu hari H tiba, keduanya langsung tancap gas. Maksudnya ingin mendahului teman-temannya yang jumlahnya mencapai ratusan, bisa bisa milih makanan yang paling disukai.

Setelah berunding tadi, maka mak brabat keduanya berboncengan sepeda motor dan nggeblas ngebut banter banget ke arah Pabelan, Kartasura. Sekitar 7 menit keduanya sampai di rumah makan yang namanya memang sudah sangat terkenal tersebut.

Jon Koplo langsung melepas jaket lalu njungkati rambutnya yang tadi modhal-madhol. Sementara Tom Gembus langsung masuk ke rumah makan yang teramat luas itu.

Setelah sampai di dalam, keduanya lalu clingak-clinguk mencari di mana gerangan tempat pesta pisah-sambut pimpinannya itu berlangsung. Karena sudah mubeng-mubeng tak juga ketemu, keduanya lalu menghampiri pelayan di situ. ”Mbak… mbak, tempat pesta kantor saya yang sebelah mana?” kata Koplo.

”Wha kok nggak ada ya Mas. Yang di tengah itu dari kantor anu, yang di sana itu rombongan anu dan yang pojok sana itu kelompoknya anu,” kata pelayan yang bernama Lady Cempluk itu.

Setelah mbingungi dhewe, Tom Gembus mendadak ingat dia menggenggam HP. Maka dia pun bermaksud menelepon ke kantor, siapa tahu ada yang tahu tempatnya di sebelah mana. Tapi belum lagi memencet tombol key pet telepon selulernya, Tom Gembus mendadak njenggirat. ”Eh kalau tidak salah nama rumah makannya kan Nikmat Rasa ta?” kata Gembus sambil berbisik kepada Jon Koplo.

”Lha iya… ini kan Nikmat Rasa,” jawab Jon Koplo yang sejak sepekan lalu pikirannya sudah terpatri bahwa RM Nikmat Rasa adalah yang ada di Pabelan itu.

”Ngawurrrrrr. Nikmat Rasa itu kan yang biasa buat pesta di Tipes sana,” jawab Tom Gembus emosi.

”Weh blaik tenan. Iya… ya… yang ini namanya Rasa Mirasa. Lha kamu ini kok ya meneng wae tak nggenjrit ke sini,” balas Koplo tak mau disalahkan.

”Lho salahmu dhewe. Tak kira kamu juga sudah tahu kok,” kata Gembus.

Maka keduanya kucluk…kucluk meninggalkan rumah makan itu sambil bilang sama pelayan. ”Wah Mbak mungkin belum pada dateng ya. Ya sudah saya tak nunggu di luar dulu ya Mbak,” kata Koplo mundur isin, begitu sudah tidak terlihat langsung brabat menuju tempat parkir lalu nyaut motor dan nggeblas ke RM Nikmat Rasa yang sesungguhnya sambil tertawa ngakak di sepanjang perjalanan. ”Oalah Plo… Plo, tiwas ngebut… jebul keliru ta…”.  – mul

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top