Dasar kurang piknik…

Selain meninggalkan tragedi, kerusuhan medio Mei 1998, empat tahun lalu juga menyisakan beragam cerita klenik, aneh, nganyelke, nggumunke dan kisah-kisah nyata yang sangat konyol bin lucu. 
Nah, mumpung sekarang masih dalam situasi mengenang situasi itu, Jon Koplo, tokoh kita yang satu ini juga selalu tersenyum jika mengingat kejadian yang dialaminya kala itu.

Begini kisahnya. Waktu itu, dampak krisis ekonomi kan dirasakan oleh semua warga negara Indonesia, termasuk di Kota Solo ini. Nah bersamaan dengan itu meletuslah kerusuhan massal yang mengakibatkan remuk redamnya Kota Solo.

Pembakaran fasilitas umum disertai penjarahan ketika itu marak terjadi. Nah ketika itu, Jon Koplo, seorang warga Danukusuman, Solo yang walaupun SD saja nggak tamat tapi kalau berkait dengan urusan kerja, dia paling rajin.

Jon Koplo ini aslinya dari Gunung Kidul dan baru lima bulan merantau di Solo untuk berjualan mie ayam. Sore itu Jon Koplo tidak bejualan dan dia sedang bosan tinggal di tempat kontrakannya, lalu dia mengajak teman satu kontrakannya, sebut saja Tom Gembus, untuk jalan-jalan.

”Tom, gimana kalau kita jalan-jalan naik motorku… siapa tahu nanti dapat cewek cantik,” kata Jon Koplo.

Tom Gembus yang memang orangnya agak telmi (telat mikir) senang aja diajak jalan-jalan apalagi dengar cewek cantik. Akhirnya kedua sahabat ini jadi muter-muter sepanjang jalan Kota Solo, pada saat melintas di Jalan Slamet Riyadi tepatnya dekat Pasar Pon, mereka melihat orang-orang melempari toko ada juga yang membakar ban bekas di tengah jalan ternyata pada saat itu sedang terjadi kerusuhan.

”Eh… Jon itu orang-orang pada ngapain kok pada ngrusak toko,” kata Tom Gembus.

”Iya… ya Tom, lihat mereka pada ngambil TV,” jawab Jon Koplo.

Karena banyak orang pada ngambil isi toko, Jon Koplo pun ikut-ikutan.

”Tom kamu pegangi TV ini, kita langsung pulang aja,” kata Jon Koplo sambil ndredeg campur bungah karena merasa mendapat rezeki nomplok.

Mereka lalu berboncengan membawa TV itu, sepanjang jalan mereka kegirangan. ”Benarkan Tom kalau nasib lagi baik yah kayak gini ini,” kata Jon Koplo.

”Iya Jon saya nggak ngimpi bakal dapet TV,” sahut Tom Gembus. Sesampainya di kontrakan mereka langsung mencoba TV itu. ”Jon ini tivinya kok nggak bisa hidup… yaa,” tanya Tom Gembus.

”Sabarlah Tom, entar juga bisa,” sahut Joni.

Tetapi setelah diuathak-uthek tak kunjung menyala merekapun mulai bingung. ”Tom gimana kalau kamu panggilin tetangga sebelah itu. Kan dia bisa betulin TV,” kata Jon Koplo kemudian.

Beberapa saat kemudian sang tetangga sebelah datang bersama Tom Gembus. ”Mas gimana nih saya dan Tom Gembus barusan beli TV baru kok nggak bisa nyala,” kata Jon Koplo.

”Lha mana tivinya Jon?” kata tetangganya itu. ”Lha itu di meja,” sahut Jon Koplo.

”Huaaaah…! Itu kan monitor komputer bukan tivi, mana bisa hidup,” kata sang tetangga sambil njenggirat.

”Eh… komputer ta! Tak kirain tivi,” sahut Jon Koplo rada kisinan.

”Oalaah Jon… Jon.. jadi orang itu mbok sering piknik, masak komputer kok dibilangi tivi,” kata sang tetangganya tadi sambil cekakakan karena tahu kalau Jon Koplo dan Tom Gembus barusan melakukan aksi penjarahan.

 – Kiriman Arif A, Dawung Wetan RT 02/RW XV, Danukusuman, Solo.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top