Wadhuh njeblug nda….

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin itu kata-kata yang tepat buat teman kita Jon Koplo. Ceritanya, saat itu adalah malam Minggu. Seperti layaknya kaum muda lainnya, Jon Koplo juga punya doi. Namanya Genduk Nicole yang semlohai dan bikin Koplo sedut-senyut ngana kae.
Nah, agar acara ngapel-nya sukses, so pasti Jon Koplo mempersiapkannya mati-matian, dong. Sesorean itu, Jon Koplo menghabiskan waktunya untuk merias diri. Sambil singsat-singsot, dia pun bergaya di depan cermin. Rambutnya dibikin klimis dan berulang-ulang disisirnya, sampai-sampai semua ketombenya pada nempel di sisirnya. Setelah yakin dengan penampilannya, Jon Koplo pun segera cabut ke rumah si doi tersayang.

Meski hanya bermodal motor butut, tapi tak membuat Jon Koplo gentar. Sepanjang jalan, hatinya berbunga-bunga membayangkan pertemuan dengan Genduk Nicole nanti. Akhirnya sampailah Koplo di tempat kos Genduk Nicole pujaan hatinya. Mereka memang bekerja di tempat yang sama, yaitu di sebuah pabrik tekstil yang berada di Kota Solo ini. Jadi ya, memang sudah klop!

”Spada!” teriak Jon Koplo girang.

”Eh, Mas Koplo! Kebetulan, nih. Komporku ngadat tuh nggak mau menyala. Mas Koplo bisa betulin kompor nggak? ” sambut Genduk Nicole tanpa basa-basi, dengan wajah dan tangan gluprut angus ngana kae.

Meskipun sedikit nelangsa karena datang-datang malah disuruh memperbaiki kompor, Jon Koplo menurut saja pada Genduk Nicole. Habis mau gimana lagi? Lha wong sudah cinta je!

Tapi…apa yang terjadi? Sementara Jon Koplo sibuk bergelut dengan kompore Genduk Nicole dan angus, dari kejauhan tampak Tom Gembus datang membawa sebuah bungkusan. Tom Gembus yang notabene adalah rival beratnya Koplo dalam memperebutkan cinta Genduk Nicole itu terlihat stil yakin. Tentu saja kedatangannya itu disambut penuh suka cita dan mesra oleh Genduk Nicole.

”Waduh! Mas Tom Gembus, kok repot-repot bawa oleh-oleh segala!” ujar Nicole dengan wajah sumringah.

”Aah. Nggak repot kok! Ini cuma roti Mandarin!” jawab Tom Gembus sedikit bangga.

Senyum Tom Gembus makin lebar, saat Nicole mempersilahkannya duduk. Tidak lama kemudian Tom Gembus dan Genduk Nicole sudah sibuk ngobrol, pakai jawil-jawilan segala je. Mereka berdua sudah melupakan Jon Koplo yang masih sibuk memperbaiki kompor. Merasa diacuhkan, Jon Koplo off course, panas hatinya. Dengan kesal ia sengaja memukul keras-keras kompor yang tengah diperbaikinya, biar mereka terganggu. Tetapi Gembus dan Nicole bukannya terganggu, malah semakin asyik ngobrol-nya.

Tentu saja, hal ini membuat Koplo makin mangkel. Jon Koplo pun mempercepat pekerjaannya, karena takut tidak kebagian acara malem minggon sama Nicole. Koplo merasa tersaingi karena Tom Gembus memang lebih cakep darinya.

Tapi…ujug-ujug terdengar suara ”blarr!!” dari arah belakang kamar Genduk Nicole. Rupa-rupanya kompor itu bukan tambah baik, malah njeblug ketika disulut api oleh Jon Koplo. Kali ini ”usaha” Koplo untuk menarik perhatian Gembus dan Nicole berhasil. Tapi bukan hanya mereka berdua yang panik, semua penghuni kos-kosan ikut panik karenanya. Mereka semua menjadi sibuk memadamkan api dari kompor itu. Dan tentu saja…ngomeli Koplo yang dianggap sebagai biang keroknya.

”Oalah…. cemburu ta!? Panas ati? Pantes bae njeblug,” ledek teman-teman Nicole bikin Koplo abang-ireng.  

-Kukuh Priyatno, Aspol Manahan, Blok D No 6, Solo.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top