”Lha sapine ucul…”

Kejadian lucu ini sebetulnya sudah lama terjadi. Namun, bila mengingatkan kembali, Jon Koplo sok dong masih suka tertawa sendiri. Peristiwa lucu ning ngisin-ngisini itu terjadi pas Hari Raya Idul Adha.
Seperti umat Muslim lainnya, Jon Koplo dan kanca-kanca sak kampungnya pada iuran untuk membeli hewan kurban. Nah, usai Salat Idul Adha, Koplo dan teman-temannya pun mulai melakukan pembagian tugas untuk menyembelih hewan kurban.

”Plo, kowe sesuk ngurusi balungan ya! Bagian daging biar teman-teman perempuan,” kata Tom Gembus yang didaulat menjadi ketua panitia kurban.

”Siap bos…!” jawab Jon Koplo dengan lagaknya yang kemaki.

Satu persatu hewan kurban pun diarak menuju tempat eksekusi. Mulai dari wedhus gembel sampai wedhus jawa. Saat orang-orang lagi serius menyembelih kambing, Jon Koplo malah tidak kelihatan batang hidungnya. Orang-orang pun ribut mencari keberadaan Jon Koplo.

Setelah dicari memet, akhirnya Jon Koplo diketemukan sedang ngelus-elus kepala sapi sambil umak-umik kayak iwak louhan kurang pakan.

”Plo, ngapain kamu di sini? Bagianmu kan meceli balung kok malah yang-yangan karo sapi!” bentak Tom Gembus sing mangkel sama ulahnya Koplo.

”Lho, aku ini kan sedang kasih mantra biar sapi ini kalau disembelih nggak rewel dan mberot,” kilah Koplo isa bae.

”Alah…kamu ini ngerti apa. Mudheng sapi bae ora sok keminter sapinya mbedal tau rasa kamu!” imbuh Lady Cempluk yang juga kesal sama Koplo yang tak mau kerja.

Setelah semua kambing disembelih, giliran berikutnya jatuh pada sapi. Namun, entah karena takut disembelih atau entah sebab apa, tahu-tahu sapi yang rencananya mau dijadikan hewan kurban itu malah mberot dan melarikan diri.

”Blaik! Piye iki…? Sapine ucul, Cah! Oiii, Pi…Sapiiii, tunggu aku!” pekik Jon Koplo sambil langsung ngacir ngoyak sapi itu. Di belakangnya Tom Gembus ikut lari pontang-panting. Kejar-kejaran antara sapi dan duet Jon Koplo-Tom Gembus pun tak terelakan lagi. Setiap berpapasan dengan orang, Jon Koplo selalu bertanya, ”Mas, Sampeyan ngertos sapi kula?” Yang ditanyai bukannya menjawab, malah pringas-pringis dewe.

Akan halnya Jon Koplo dan Tom Gembus terus playon mengejar si sapi, meski adus kringet. Setelah sekian lama adegan kejar-kejaran, akhirnya sapi itu masuk ke garasi mobil rumah seseorang. Kedua tokoh kita, dengan lagak bak tim SWAT hendak menangkap penjahat seperti di pilem-pilem buatan Hollywood, pun mulai melakukan aksinya. ”Koplo satu, silakan masuk. Buruan sudah ada di depan mata. Kreeekh…. Ganti,” kata Gembus menirukan lagak detektif bicara pada anak buahnya lewat handy talkie.

Dengan sigap mereka langsung menutup regol dan…hap!! Kedua tokoh kita pun akhirnya mendapatkan sapi mereka kembali. Begitu sapi malang itu digelandang ke luar, orang-orang yang menyaksikan kejadian lucu itu pada tepuk tangan. Mereka bersorak-sorai bak menyambut kedatangan pahlawan yang baru pulang dari medan laga. Tentu saja hal ini membuat Koplo dan Gembus kembang kempis irunge saking bangganya.

Tapi, tiba-tiba dari arah kerumunan orang-orang itu ada yang nyeletuk, ”Wah koboi masa kini nih ye…semangatnya rua..a..rr biasa…!!” yang disambung tawa geerrrr orang-orang. Sementara Koplo dan Gembus cuma bisa pringas-pringis sambil nuntun sapi mereka.  

– Ranu Muda Adi Nugroho, Ngasinan RT 03 / 04, Kwarasan, Grogol, Sukoharjo.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top