Keliru sasaran ta…

Tak seperti biasanya, sore itu Lady Cempluk sudah dandan mlithit. Sebentar-sebentar dia mematut-matut di depan kaca sambil mesam-mesem sajak lagi bungah atine. Soalnya, hari itu Lady Cempluk akan bertemu dengan pangeran impian yang selama ini dikenalnya lewat chatting. Sebut saja namanya Jon Koplo.
Mereka berdua selama ini hanya berkomunikasi lewat e-mail alias surat elektronik. Nah, hari itu, ceritane Jon Koplo ngejak jumpa darat yang tentu saja disambut dengan hati bungah oleh Cempluk. Karena ini perjumpaan pertama, off course Lady Cempluk ingin tampil secantik mungkin. Setelah merasa oke dengan penampilannya, berangkatlah Cempuk ditemani adiknya, Genduk Nicole. Dengan mengendarai udhuk sing wis ora karu-karuan wujude, Lady Cempluk melaju menuju salah satu mal terkenal di Kota Solo, tempat yang disepakati sebagai ajang pertemuan pertama mereka.

”Kita mau ke mana ta, Mbak?” tanya Genduk Nicole pada Lady Cempluk.

”Wis ta , Nduk, kamu diam saja. Sing penting kita nanti dapat makan enak en gratis,” jawab Lady Cempluk.

Sampai di mal, Lady Cempluk clingak-clinguk mencari tempat duduk yang sudah dijanjikan Jon Koplo. Akhirnya, ketemulah kursi yang dimaksud. Sebenarnya mereka janjian pukul 19.00 WIB ketemu di tempat itu, tetapi Lady tak ingin datang terlambat, makanya ia datang lebih awal dari waktu yang disepakati. Lady Cempluk pun duduk manis menunggu jarum jam menunjuk angka 19.00 WIB.

Tapi…apa hendak dikata, hingga waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba, Jon Koplo belum jua nampak batang hidungnya. Hati Lady Cempluk pun mulai deg-deg pyar dan kebingungan. Saking nervous-nya, Lady Cempluk pun kerasa kebeles pipit. Tak tahan menahan ”hasrat”nya, Cempluk pun mencari toilet.

”Nduk, kowe ning kene sik ya. Aja menyang ngendi-endi, sebelum aku kembali, aku ke toilet sebentar,” pesan Lady Cempluk. Genduk Nicole manut apa yang dikatakan kakaknya.

Beberapa detik setelah kepergian Lady Cempluk, datang seorang laki-laki nyamperin Genduk Nicole. ”Nunggu-nya lama ya? Maaf tadi jalanan agak macet, sekarang kita makan saja yuk, pasti kamu sudah lapar,” ujar Jon Koplo.

Genduk Nicole pun manut saja, karena itu yang ditunggu-tunggu sejak tadi. Akhirnya mereka berdua masuk ke salah satu restoran cepat saji dan memesan makanan. ”Wah, bener-bener enak pasti gratis lagi,” batin Nicole.

Nah, saat menyantap makanan pesanannya itulah, Nicole tiba-tiba ingat pesan kakaknya. ”Eh…Ayo, duduk ke tempat yang tadi saja, yuk,” ajak Genduk Nicole pada laki-laki itu.

”Lho, emang ada apa?” tanya Koplo bingung, tapi manut saja diajak ke luar restoran.

Sementara itu Lady Cempluk yang sedang kebingungan mencari adiknya, tiba-tiba melihat adik tersayangnya itu baru keluar dari restoran bersama Jon Koplo. Terang saja Lady Cempluk kaget bukan kepalang.

”Maaf, Mbak, pas Mbak pipis tadi, Mas ini datang dan ngejak aku makan. Aku langsung mau, soalnya sudah lapar banget je” terang Genduk Nicole dengan wajah bersalah.

Akan halnya Cempluk yang sudah kadung anyel, memutuskan untuk pulang dan tidak mau bertemu dengan Jon Koplo lagi. Dengan wajah mbesengut, dia menarik tangan adiknya. ”Wis…ayo mulih bae!” ujarnya mangkel sementara Genduk Nicole mesam-mesem mergo wis wareg wetenge. Oalah…nasiibmu, Pluk!

– Kiriman Endang Lunianingsih, Jl Wuni Tengah, Karangasem, Solo.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top