Ealah… bojone ta?

Jon Koplo adalah guru di sekolah swasta yang juoss guandos di Kota Bengawan ini. Ciri khas Jon Koplo adalah tubuh mungil dan tampang imut-imut. Kendati demikian Jon Koplo memiliki isteri yang posturnya tinggi besar, dan memiliki body dan wajah lumayan semlohai, namanya Genduk Nicole yang juga seorang guru dengan tempat ngajar yang berbeda.
Karena perbedaan yang sangat mencolok tersebut, seringkali terjadi kesalahpahaman bahkan kelucuan yang kadang mengharukan. Seperti kisah kali ini. Waktu itu, Genduk Nicole tidak masuk mengajar. Padahal hasil ujian yang sudah diperiksa Genduk Nicole harus dimasukkan ke rapot. Karena itu, Genduk Nicole menitipkan tugas tersebut kepada suaminya agar diberikan kepada wakil kepala sekolah, sebut saja Lady Cempluk.

Kebetulan, waktu disuruh menyerahkan tugas itu, Koplo tidak ada tugas mengajar, sehingga dia berpakaian bebas selayaknya mahasiswa. Begitulah, Koplo pun berangkat ke sekolah tempat Genduk Nicole mengajar dan menyerahkan tugas yang telah dikerjakan isterinya pada Lady Cempluk.

“Ini Bu, tugasnya,” ujarnya pendek seraya menyerahkan hasil pekerjaan isterinya.

Bu Lady Cempluk yang sudah menunggu sejak tadi, segera memeriksa tugas tersebut. Namun, setelah diteliti, ternyata masih ada kekurangan satu kelas. Kening Bu Lady Cempluk pun berkernyit. Padahal sebenarnya, tanpa sepengetahuan Bu Lady Cempluk, untuk yang satu kelas ini, Genduk Nicole telah menyerahkan langsung ke wali kelas yang bersangkutan yaitu Pak Tom Gembus.

Begitu tahu ada satu kelas yang nilainya belum diselesaikan, Bu Lady Cempluk pun kontan mak prempeng. “Maksude Bu Genduk Nicole iki apa ta? Wis nyerahkene telat, isih kurang maneh!” batin Bu Cempluk mangkel. Tanpa babibu lagi, dia langsung menyemburkan amarahnya pada Jon Koplo yang duduk manis di depannya.

“Wis penyerahane telat! Ee…masih kurang lagi! Ini gimana sih bu Genduk Nicole! Sudah, ayo balik lagi sana! Tanya kakakmu sana! Pokoknya harus segera disetor hari ini. Kalau tidak bisa, telepon saja ke sekolah!” ujar Bu Lady Cempluk dengan suara naik satu oktaf.

Karena merasa tidak tahu dan tidak ada pesan apa-apa dari isteri tercintanya, Koplo cuma bisa diam sekaligus mengangguk-angguk. Setelah itu, tanpa mengucapkan pembelaan diri apapun, Koplo pun pamit pulang. Sepeninggal Koplo, Lady Cempluk langsung menghubungi Tom Gembus dan menceritakan kejadian barusan. Begitu mendengar cerita Bu Cempluk, kontan saja Tom Gembus ngguyu ngakak.

“Oalah, Bu…Wong nilainya sudah sampai ke saya kok, Bu! Dan yang Anda marahi tadi mungkin suaminya,” kata Gembus mengejutkan Bu Lady Cempluk.

“Lho…masak itu suaminya Bu Genduk Nicole, ta, Pak? Kok masih kecil?” Cempluk pun heran.

“Lha memang suaminya Bu Genduk Nicole perawakannya kecil kok, Bu…Makanya jangan asal marah-marah,” kata Tom Gembus mesam-mesem. Akan halnya Bu Lady Cempluk dadi pucet raine membayangkan apa yang akan dikatakannya kelak jika bertemu dengan Genduk Nicole. Ealah…

– Kiriman Fitri A, Jl Melati 4/29 Perumnas Palur, Karanganyar 57772

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top