Duite ilang cah…

Genduk Nicole merupakan satu TKI yang sukses di negeri orang. pertengahan bulan, Genduk Nicole pulang ke tanah air untuk kali pertamanya. sampai di rumah, keluarganya kaget dengan perubahan yang terjadi pada Genduk Nicole. Soalnya kulitnya yang dulu hitam sekarang putih bersih. Apalagi penampilannya sudah kayak artis. pakai tindik di hidung dan seluruh tubuhnya penuh dengan perhiasan. Ada gelang, kalung, anting, dan cincin. pokoke ng empyang ngana kae! Genduk Nicole juga punya henpun seperti itu kan masih jarang dipakai sama orang-orang di desane Nicole. makanya henpun itu jadi kebanggaan Genduk Nicole.

kalaun jalan ke mana-mana, pokoke langsung jepret-jepret pakai henpun. Perkara mengko di hapus, itu urusan belakangan, yang penting ngaksi pakai henpun berkamera. Hari itu Genduk Nicole ngejak mbakyune mengambil uang di a-te-em. “Ini, duit sepuluh juta tolong dipegang dulu,” kata Genduk Nicole yang terlihat kecepotan mengambil uang dari tempat pengambil uang di mesin a-te-em. “Wis, baru kali ini aku pegang duit segini banyaknya, ” komentar Lady Cempluk, “eh Nduk, mbok aku dipoto pake henpun itu. Aku tak pasang aksi lagi pegang duit ini. Pura-puranya aku punya duit banyak. Jangan lupa mesin pengambil duit itu ikut dikatutke dalam foto sebagai begron.” Genduk Nicole mengangguk dan mengeluarkan henpun dan saku.

la lalu memotret mbakyunya dalam beberapa gaya. “Gantian, aku juga mau difoto dengan bawa banyak duit dong . Dipotokke ge,” tukas Genduk Nicole bersambil menyerahkan henpun ke Lady Cempluk. Nah, sekarang giliran Genduk Nicole dipoto dengan aneka gaya pegang banyak lembaran duit. Setelah puas dipoto, Genduk Nicole berniat hendak mengambil kartu ATMnya. Tapi malang, barang yang dicari tidak ada. Di mesin pengambilan kartu , kartunya tidak tampak. Dia lalu mencari-cari dalam tas dan dompetnya kalau-kalau sudah disimpan. Dan ternyata belum, karena dia lidak menemukan kartu ATM-nya di sana. Tentu saja dia kaget bukan kepalang.

Dia langsung menangis sejadi-jadinya. “Hu… hu… hu… duitkuuuu… duitku uu ilang, “teriak Nicole di sela-sela tangisan. Lady Cempluk ndomblong karena lidak tahu apa yang dimaksudkan Genduk Nicole itu. Dia bergegas memanggil Satpam yang berjalan di depan. “Ada apa ini?” tanya Pak Satpam yang bernama Jon Koplo itu. “Kartu saya hilang Pak. Piyeee iki … ? Padahal di dalamnya ada tiga puluh jutaan. Hu … hu … hu …. ” Genduk Nicole kemudian diminta mencerita, kan kejadiannya. Dengan disertai air mata, Nicole menceritakan semuanya. “Kartunya Mbak nggak hilang, hanya tersimpan oleh mesin.

Jadi begini, kalau selama satu medi begini, kalau selama satu menit kartu Mbak nggak diambil, mesin akan menyimpannya secara otomatis. Kelihatannya sih hilang tapi hanya. disimpan sementara dan bisa Mbak ambil besok lusa di teller,” jelas Jon Koplo. “Oooo… ngana ta ? Tak kira ilang meneh. Wis mudheng aku saiki. Ayem… ayemm, ” komentar Genduk Nicole. “Makanya, besok-besok kalau ambil uang lagi nggak usah photo-photoan segala,” kata Jon Koplo yang diiringi tawa dari Lady Cempluk.

Kiriman Neni Muchsonah,
mahasiswi semester 2,
Jurusan Tabriyah
Pendidik Agama Islam,
STAIN, Surakarta.

Solopos, 8 Agustus 2005

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top