Es Mbesengut

Jon Koplo yang kesehariannya bekerja sebagai tukang bangunan ini mengalami kejadian memalukan saat bekerja di rumah Bu RT. Ia bekerja bersama beberapa pekerja lainnya, salah satu di antaranya adalah Tom Gembus. Meskipun bekerja bersama, Koplo tidak begitu mengenal Gembus sebab baru kali ini ia bekerja di kampung halamannya, biasanya ikut merantau pakdenya di Jakarta.

Jarum jam menunjukkan pukul sebelas saat penjual es dung-dung lewat yang membuat kerongkongan makin kering. Bu RT tentu tanggap dan langsung menawari para pekerja, “Saya belikan es ya Mas, pada mau kan?”

Sebenarnya semuanya mau tetapi hanya tertutup rasa pekewuh saja, hingga akhirnya Jon Koplo buka suara, “Jane mau Bu, tapi itu mase penjual es itu sombongnya minta ampun. Wajahnya mbesengut, jarang senyum, ” ujar Koplo santai menceritakan pengalaman beli es beberapa hari lalu.

“Lha yang dibeli es-nya apa mukanya yang jual?” ledek Bu RT. “Tapi yang namanya penjual kan harusnya ramah, kalau mbesengut gitu rak sing ameh tuku mlayu,” ujar Koplo sambil cekikikan.

“Emang orangnya begitu kok, menengan dan jarang senyum,” timpal Tom Gembus. “Lha, lak ya bener ta?” ujar Gembus merasa senang ada yang mendukung.

“Nanti sampai rumah tak kandhanane biar lebih ramah sama pembeli,” tambah Gembus.

Koplo yang awalnya cengengas-cengenges jadi trataban. Berarti Gembus dan pedagang es itu saling kenal?

“Hehehe… dia adik iparku, Plo, bojone adhiku. Penduduk baru disini makanya kamu nggak kenal,” terang Tom Gembus. Koplo pun cengar-cengir kisinan, Bu RT yang sudah tau dari awal pun tambah tertawa terbahak-bahak.

Rohmah Jimi Sholihah,
Soco RT 002/RW 004
Slogohimo, Wonogiri

Solopos, 19 April 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top