Secuil Kertas

Seringnya Jon Koplo kelupaan menaruh ponselnya di sembarang tempat, membuat guru SMP di Kebumen ini berinisiatif untuk menulis nama beserta alamat lengkap pada secuil kertas yang kemudian ditempelkan dengan isolasi di bagian belakang ponselnya.

Suatu sore usai mengajar, Koplo mengendarai motor bebeknya pulang.

Di tengah jalan, Koplo memutuskan untuk mampir sebentar di sebuah masjid di pinggir jalan untuk menunaikan Salat Asar karena khawatir waktu Asar keburu habis ketika tiba di rumah.

Sebelum salat, Koplo merogoh ponsel di saku celananya lalu meletakkannya di tepi jendela. Usai salat, ia pun segera melanjutkan perjalanan pulang. Sesampai di rumah, ia merogoh saku celana dan betapa paniknya Koplo ketika tak menemukan ponselnya di sana.

“Waduh, gawat, ponselku ketinggalan di masjid,” gumam Koplo cemas. Tanpa pikir panjang, ia segera kembali ke masjid itu lagi. Sayangnya, ponselnya tak ada di sana. Bahkan Koplo sudah mengitari seluruh ruangan masjid, tapi tetap saja ponselnya tak ditemukan. Koplo pun pulang dengan hati kecewa.

Esok paginya, saat Koplo sedang bersiap mengajar, terdengar ketukan pintu. “Assalamualaikum…” sapa seorang pria paruh baya, “Apa benar ini rumahnya Bapak Jon Koplo?”

“Waalaikumsalam, oh saya sendiri…” balas Koplo.

Beberapa menit kemudian, wajah Koplo langsung semringah saat mengetahui bahwa tamu tak diundang itu ternyata mengantarkan ponselnya yang kemarin sore ketinggalan di masjid. Tadinya saat menemukan ponsel di dalam masjid, pria itu bingung mau dikembalikan ke mana. Untung saja, ia melihat ada kertas kecil menempel di balik ponsel. Kertas bertuliskan nama dan alamat lengkap Jon Koplo.

Berulang kali Koplo berterima kasih pada pria itu. Sebenarnya Koplo ingin memberikan beberapa lembar uang, tapi dengan halus langsung ditolak. Untung ada secuil kertas…

Sam Edy Yuswanto,
Purwosari RT 001/RW 003
Puring, Kebumen

Solopos, 23 April 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top