Bagonge Ora Lucu

Beberapa waktu lalu Jon Koplo menghadiri acara resepsi pernikahan teman sewaktu SMA. Di sana, Koplo bertemu dengan banyak teman sewaktu SMA. Sayangnya, ia tak melihat keberadaan Tom Gembus yang notabene merupakan teman duduk sebangku dan sahabat karib ketika di SMA.

“Mustahil Gembus tidak datang, wong masih sedesa dengan tuan rumah yang punya hajatan,” batin Koplo sambil celingak-celinguk mencari temannya itu.

Di acara resepsi pernikahan itu sebenarnya diisi pula dengan acara lawak. Para pelawaknya masing-masing berdandan menyerupai tokoh punakawan. Namun Koplo menganggap lawakan grup punakawan itu tidak lucu, bahkan terkesan wagu sehingga ia lebih memilih menikmati hidangan yang ada, sembari terus mencari Gembus.

Beberapa saat setelah acara lawakan selesai, baru Koplo menemukan Tom Gembus. Setelah menyalami, lantas mereka berdua pun ngobrol ngalor-ngidul termasuk soal lawakan tadi.

“Kowe ndeloki lawakane grup punakawan mau ra, Mbus?”

“Ya weruh, lha piye ta?” Gembus balik tanya.

“Jan ra lucu blas. Apa maneh sing dadi Bagong, lawakane wagu lan ora mutu tenan,” Jawab Koplo bersemangat.

Belum sempat Gembus merespons atas ucapan Koplo,ada salah seorang tamu lain yang menghampiri, “Mas Gembus, kostume Bagong sing njenengan agem wau mangke delehne mobil kula mawon nggih, mangke kula uruse sekalian nggene rencangrencang,” ucapnya.

Sontak Koplo kaget, ternyata Bagong yang dikritik tadi yang jadi adalah Tom Gembus, sahabat karibnya.

Akhirnya, dengan penuh rasa malu dan penyesalan yang dalam, Koplo pun langsung meminta maaf pada Gembus. Untungnya, Mas Bagong… eh Mas Gembus tidak mengambil hati atas ucapan Koplo tadi.

Pangki T. Hidayat,
Pedukuhan IX, RT 035/RW 018,
Pleret, Panjatan, Kulonprogo

Solopos, 25 April 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top