Untung Ada Struk

Tom Gembus warga Jogja yang selama ini bekerja di luar negeri,pulang kampung.
Ketika tengah asyik leyeh-leyeh pada siang hari itulah rumah Gembus kedatangan tamu.
Lady Cempluk, ibunya yang menemui.

“Ini mau nyabut PAM, Bu!”kata petugas perusahaan airminum (PAM) yang bernama
Jon Koplo. Cempluk kaget lalu memanggil anaknya.
Gembus langsung keluar.

Dilihatnya di depan rumah sudah ada lima orang, pakai dua motor dan satu motor angkut roda tiga.
Mereka telah bersiap dengan peralatannya untuk mencabut aliran dari PAM.
“Dicabut kenapa, Pak?” tanya Gembus heran. “Lha nggak bayar! Sudah sejak November 2017!”
jawab Jon Koplo.

“Lo, Bu, apa benar kita nggak pernah mbayar?” tanya Gembus kepada ibunya.
Cempluk enggak mau ribut. Ia langsung masuk ke dalam rumah.
“Ini jelas enggak pernah mbayar, Pak, nih lihat!” kata Koplo bersemangat
sambil menunjukkan daftar ditangannya.

Lady Cempluk keluar sambil membawa lembaran-lembaran setruk yang ia simpan,
Lalu menunjukkan kepada Jon Koplo.

Setelah membaca setruk daritangan Cempluk, “Lha ini bukan setruk sini, Bu! Namanya saja
beda! Yang ini setruknya atas nama Tom Gembus!” kata Koplo.

“Lha ya itu saya, Pak!” sahut Gembus. Jon Koplo jadi bingung.“Lo, jadi ini bukan rumahnya
Tom Gembul ta?” tanya Koplo.

Mendengar itu, Gembus dan Cempluk langsung menggeleng. Si petugas itu segera meminta
maaf, dan meteran PAM Tom Gembus pun tak jadi dicabut.

Heru Prasetyo,
herumawanpa@gmail.com

Solopos,2 MEI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top