Haram Panik

Kisah ini baru sajadi alami oleh Lady Cempluk yang ditunjuk oleh sekolahnya sebagai panitia
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Baru tahun ini ujian berbasis komputer sehingga tidak hanya siswa yang tegang menghadapi ujian,
tetapi para panitia yang terdiri dari proktor, teknisi, dan operator web pun turut tegang.

Cempluk sebagai pengawas teknis ujian di sebuah SMP di Solo
pagi itu sempat panik.

Padahal tageline panitia “Haram Panik”. Karena bila siswa mengetahui
panitia panik, maka psikologi siswa pun bisa terganggu.

Cempluk menghampiri panitia lainnya langsung nyerocos,
“Pak, gimana ini, kok server-nya offline? Kalau offline bagaimana anak-anak bisa mengerjakan
ujian? Mereka kan harus download soal dalam keadaan online?”

Jon Koplo beserta panita lainnya ikut panik.
“Waduh,gimana ya Bu, saya juga nggak paham tuh!” sahut Koplo dengan muka masam.

Cempluk semakin panik, mukanya pucat pasi. Mondarmandir cari solusi. Kalau server
off bisa-bisa ujian gagal untuk hari ini.

Tiba-tiba Jon Koplo berteriak,dengan wajah sumringahsetelah membuka grup whatsapp panitia UNBK se-Solo.
“Woi,Bu, sini! Ternyata yang offline bukan sekolah kita saja.Semua sekolahan,Bu.
Server pusat sedang bermasalah, jadi sementara off. Kita tunggu dulu sampai online statusnya…”
Mendengar penuturan Koplo, Cempluk spontan jingkrakjingkrak.

“Syukurlah, Pak. Tiwas deg-degan aku!” tingkahnya membuat panitia lainnya tertawa.

Sholikah,
Jl. Wijaya Kusuma 2 No. 8,
RT 001/RW 004, Kauman,
Pasar Kliwon, Solo

Solopos,3 MEI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top