Saking Bingungnya

Sekolah tempat Lady Cempluk mengajar, sebuah SMA markotopdi Solo,
mendapat tugas untuk mengirimkan dua peleton barisan pada upacara hardiknas di Sriwedari.

Maka diputuskan dua kelas untuk mewakili beserta wakasek kesiswaan.
Guru Biologi ini bertugas mendampingi siswanya upacara di Lapangan Sriwedari.

Seharusnya Cempluk dan rombongan siswa harus berangkat bareng pukul 07.00 tepat.
Namun karena harus menyiapkan konsumsi untuk siswa yang bertugas, Cempluk pun agak terlambat kumpul,
dan tidak bisa berangkat bersama siswanya.

Dengan kendaraan serta bawaan yang pating crenthel, sambil tergopoh-gopoh Cempluk lapor Jon Koplo yang kebetulansedang piket.

“Pak apa siswasiswi yang mau tugas upacara sudah pada berangkat?”
”Wah, njenengan telat Bu, tadi anak-anak sudah berangkat bareng bersama Pak Wakasek
Kesiswaan, pas jam 07.00,” jawab Koplo

”Piye iki gawanane akeh banget, padahal ini konsumsi untuk mereka,” ungkap Cempluk
sambil mimbik-mimbik sajak pingin nangis.

Maka diantarlah makanan dalam dus tersebut ke Stadion Sriwedari oleh guru lain yang membawa mobil.
Tidak berapa lama, ponsel Koplo berdering,tanda SMS masuk.

Ternyata pesan Cempluk yang minta bantuan lagi.
“Pak, tolong, kelas saya dicarikan guru pengganti, diminta mengerjakan tugas bab ekosistem,” tulisnya.

Sebagai guru piket yang bertanggung jawab, Koplo pun segera menghubungi Gendhuk
Nicole, guru kosong yang dapat menggantikan jaga.

Belum sampai lima menit, Nicole menemui Koplo.
“Pak, kelasnya kosong, katanya mendapat tugas upacara di Sriwedari,” denganwajah jengkel sambil
mengembalikan secarik kertas tugasnya.

Di saat bersaman HP Koplo berdering lagi, ternyata dari Cempluk lagi,
”Pak, maaf, siswa kelas yang seharusnya saya ajar, ternyata ikut upacara… Maaf lho Pak, ngrepoti.”
“Oalaaah, Piye ta Bu Cempluk iki? Saking bingungnya…”

F.X. Triyas Hadi
Prihantoro,
SMA Pangudi Luhur
Santo Yosef Solo

Solopos,4 MEI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top