Tertipu Santri Abal-Abal

Bagi Jon Koplo, warga Puring, Kebumen, membantu sesama adalah sebuah hal yang tidak bisa ditawar-tawar.
Ia memiliki prinsip, barang siapa yang menolong sesama, kelak akan ditolong oleh orang lain saat sedang kesusahan.

Namun, kebaikan ini kadang dimanfaatkan oleh orangorang yang ingin berbuat curang.
Seperti beberapa waktu lalu, Koplo kedatangan dua orang pemuda yang mengenakan sarung lengkap dengan pecinya.
Mereka mengaku santri salah satu pesantren.

Kepadanya, salah satu pemuda itu bercerita bahwa ia bersama temannya sedang dalam perjalanan pulang
ke kampung halamannya di daerah Tambak Banyumas.

Namun, dalam perjalanan,motor yang mereka kendarai mendadak mengalami kerusakan.
Si pemuda pun segera mencari bengkel terdekat untuk melakukan servis.

Sayangnya,setelah motor diservis,si pemuda tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar biaya yang mencapai lebih dari seratus ribu.
Lantas, ia pun meninggalkan kartu tanda pengenal kepada pemilik bengkel sebagai jaminan, dan berusaha mencari uang pinjaman ke warga terdekat yang
mau membantu kesulitannya.

Mendengar kisah si pemuda yang mengaku santri tersebut, hati Koplo pun terenyuh dan berusaha membantu.
“Saya hanya punya Rp80.000, silakan dipakai dulu,” kata Koplo dan segera diiyakan oleh si pemuda.

Tak hentinya si pemuda mengucapkan terima kasih dan berjanji besok sore akan mengembalikan uang itu.
Namun, di luar dugaan, ternyata besok sorenya, dua pemuda tersebut tak datang ke rumahnya.

Akhirnya, Koplo pun baru tersadar bahwa ia telah tertipu oleh santri abal-abal.

Sam Edy Yuswanto,
Purwosari RT 001/RW 003
Puring, Kebumen

Solopos,7 MEI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top