Rokok Berubah Jadi Ayam

Jon Koplo memang tidak membuka praktik pijat di rumahnya, namun ia sudah dikenal banyak orang
yang melakukan pijit untuk menyembuhkan kecethit, linu maupun keseleo.

Uniknya,Koplo enggan menerima upah,sehingga banyak yang datang hanya membawa oleh-oleh saja.
Suatu pagi, sang istri, Lady Cempluk, sudah memasak ayam goreng lengkap dengan lalapannya.
Dalam hati Koplo heran, sebab ia belum sempat memberikan uang jatah hari ini.

“Lo, pagi-pagi kok sudah masak ayam? Bapak belum kasih uang belanja lho,” tegur Koplo.
“Hehehe… ndak papa, Pak Maaf, oleh-oleh orang yang semalam berobat tak jual, lha wong mau minta uang belanja
Bapak masih molor,” kata Cempluk.

“Lo, perasaan tamu semalam ndak bawa oleh-oleh. Lha wong ngasih amplop tapi Bapak tolak kok,” jawab Koplo.
“Weh, lha itu ada rokok satu slop di dekat TV, sama gula-teh juga, Pak. Itu kan oleh-olehnya? Karena Bapak ndak ngrokok,
rokoknya Ibu jual, uangnya tak belikan ayam, gula-tehnya tak simpan di lemari,” terang Cempluk.

“Ealah, Bune, Bune… Itu rokok, gula, sama teh memang oleh-oleh. Tapi oleh-oleh titipannya Tom Gembus
buat Pak RT yang sudah meminjamkan peralatan makan kemarin di pernikahannya.
Soalnya Pak RT tidak mau dikasih uang sewa, jadi Gembus minta tolong Bapak,” jelas Koplo.

“Waduh, terus gimana no, Pak? Lha itu rokoknya sudah berubah jadi ayam…”
ujar Cempluk kaget sambil meletakkan ayam yang sedang dilahapnya.
“Ya wis piye meneh, Bapak harus beli gantinya no,” gerutu Koplo.

Rohmah Jimi S.,
Soco RT 002/RW 004
Slogohimo, Wonogiri

Solopos,9 MEI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top