Istri Perhitungan

Istri Jon Koplo, Lady Cempluk,orangnya sangat perhitungan.Kalau Koplo beli barang mahal sedikit
saja, pasti ngomel-ngomel.Tapi kali ini, Koplo benar-benar tak bisa memendam hasrat untuk membeli kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex).
Maklum,dia ini pencinta fotografi , sering juga dimintai menjadi fotografer dadakan di acara-acara penting.
Karena itu,sebagian uang gajian,ditambah dengan hasil menabung,Koplo gunakan untuk membeli kameraimpian itu.
Harga barunya memang cukup fantastis, yakni senilai Rp12.460,000.

Untuk menghindari istri marah, Koplo sudah mempersiapkan strategi, yakni dengan mengaku bahwa harganya “cuma” empat juta rupiah saja.
Sampai di rumah, strategi itu ternyata tidak berhasil juga. Nyatanya,Sang istri tetap mencak-mencak mendengar
Koplo mengeluarkan uang sebanyak empat juta untuk membeli kamera.

Esok sorenya, sepulang dari kantor terlihat raut muka Cempluk jauh berbeda. Terlihat sumringah, tidak seperti hari kemarin.
“Aku dapat untung besar,Mas”, katanya. “Entuk warisan seka ngendi?” ucap Koplo bercanda.
“Tenanan iki, Mas. Aku entuk untung rong yuta iki mau,” jawab Cempluk bersemangat.
Mendengar perkataan istrinya yang nampak serius itu, Koplo pun jadi tertarik untuk mendengarkan ceritanya.

Ternyata untung gede yang dimaksud itu diperolehnya dari hasil menjual kamera DSLR yang baru kemarin dibelinya.
Kamera itu dijual dengan harga enam juta rupiah. “Mas, le tuku kamera wingi rak patang juta ta? Lha tak onlineke dituku
uwong payu nem yuta…” katanya bersemangat.

Mendengar jawaban itu, sontak jantung Koplo seperti berhenti berdetak. Namun bak simalakama, mau berterus terang juga tidak berani.
Sebab,bisa-bisa diusir dari rumah, lha harga beli sebenarnya dua belas juta lebih.
Akhirnya tidak ada pilihan bagi Koplo selain hanya menyimpan “kepedihan” itu dalam hati.

Pangki T. Hidayat,
Pedukuhan IX, RT 035/
RW 018, Pleret, Panjatan,
Kulonprogo

Solopos,12 MEI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top