Naik-Turun Lift

April lalu, Lady Cempluk dan Gendhuk Nicole menghadiri acara organisasi selama tiga hari di Jakarta.
Menurut undangan, mereka akan menginap di sebuah hotel bintang empat di kawasan Jakarta Pusat.
Dua sahabat itu sudah beberapa kali menginap di hotel berbintang, jadi merasa
tidak akan ada masalah.

Tanpa kesulitan, Cempluk dan Nicole tiba di lokasi acara pukul 9 pagi. Sayangnya, Cempluk belum mendapat kamar sedang
Nicole sudah mendapat kamar di lantai 9 bersama dengan dua orang dari kabupaten lain yang sudah check in lebih dulu.

“Pluk, saya naik dulu ya? Nanti kalau kamu belum dapat kamar, ikut ke kamar saya dulu saja,” pesan Nicole.
Ternyata sampai break makan siang Cempluk belum dapat kamar juga.
Akhirnya ia memutuskan untuk menyusul Nicole. Dengan penuh percaya diri, Cempluk masuk lift bersama dua orang bapak pengunjung hotel.

Cempluk segera menekan angka 9, sementara bapak itu, sebut saja Jon Koplo, menekan angka 12.
Pintu lift menutup dan mulai bergerak naik. Lampu tombol menyala sesuai lantai
yang dilewati. Lady Cempluk panik ketika sampai lantai 9 lift tidak berhenti.

“Ibu belum punya kartu kamar?” tanya Jon Koplo.
“Belum, Pak.” “Wah, maaf Bu, tanpa kartu,
lift tidak akan berhenti,” Koplo menjelaskan.
“Oh, gitu ya, Pak? Saya naik dulu nggak papa Pak, nanti turun lagi.”

Akhirnya lift itu terus naik dan berhenti di lantai 12. Koplodan temannya segera keluar dari lift.
Cempluk masih mikir apa yang harus dilakukan, pintu lift menutup dan bergerak naik terus sampai lantai teratas,
lantai 17. Setelah itu, Cempluk baru menekan tombol angka 1. Lift pun bergerak turun.

Dalam hati Cempluk membatin,pantesan bapak tadi sebelum menekan tombol nempelin kartu.
Ketika bertemu kembali dengan Nicole,Cempluk menceritakan pengalamannya.

“Aku juga belum tahu, Pluk. Tadi saya bisa nyampe lantai sembilan karena ada orang lain yang kebetulan juga naik ke lantai sembilan. Kalau enggak, pasti saya juga akan naik turun lift,” kata Nicole sambil tertawa.

Ah, ternyata mereka berdua sama-sama katrok. Baru tahu kalau lift hanya akan berhenti sesuai kartu kamar, sedang
kalau turun tanpa kartu pun bisa.

Iis Nuryati, Nglano Kulon RT
4/RW 1, Pandeyan, Tasikmadu,
Karanganyar

Solopos,21 MEI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top