Katut Dikirim

Jon Koplo baru saja lulus SMK jurusan teknik otomotif. Karena ingin segera bekerja, ia banyak mengirim lamaran.
Pagi itu, Koplo hendak memfotokopi ijazahnya lagi, tapi ijazah aslinya tidak ada di mapnya.
Beberapa jam ngubek-ubek lemari tak juga ditemukan.

“Coba ditanyakan ke tempat fotokopi, mbok menawa tertinggal di sana!” saran Lady Cempluk, ibunya. Tetapi setelah sampai di
tempat fotokopi ternyata tidak ada juga.
“Coba kamu telepon atau datang ke tempat yang kamu kirimi lamaran!” saran Tom Gembus, bapaknya.“Lha aku ngirim lamaran pakai alamat PO BOX semua, Pak? Piye melacaknya?” jawab Koplo dengan mata berkaca-kaca ingin menangis.

“Ya sudah. Sekarang tenang dulu. Nanti kita pikirkan lagi!”
Gembus menenangkan anak lanangnya itu.

Tiba-tiba HP Koplo berbunyi, dia pun menerimanya. Seketika Koplo langsung sumringah,
karena dia disuruh datang ke sebuah perusahaan penerbit. Koplo pun bergegas berangkat
ke alamat yang telah dicatatnya. Setelah sampai di perusahaan
itu, ternyata Koplo tidak dipanggil untuk tes wawancara.

“Mas, maaf! Jurusan yang kami butuh kan saat ini adalah jurusan teknik komputer dan jaringan,”
kata bagian personalia. Koplo pun cuma mbatin, kalau enggak
ada lowongan mengapa harus disuruh datang ke perusahaan itu.

“Tapi saya mau mengembalikan ini!” kata bagian personalia sambil menyerahkan amplop ukuran besar.
Koplo pun menerimanya dengan lunglai. Tapi ketika membuka amplop itu… badala! Ternyata ijazah aslinya.
Seketika wajahnya lang sung sumringah.

Setelah mengucapkan terima kasih kepada bagian personalia yang baik hati itu,
Koplo langsung pulang mengabari bapak ibunya kalau ternyata ijazah benar katut dikirim.

Neneng Utami S.
(nenengutami05@gmail.com)

Solopos,30 MEI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top