Dikira Pelayan

Kisah ini dialami Jon Koplo, warga Baki, Sukoharjo. Hari itu adalah hari pertama puasa.
Koplo dan beberapa temannya yang sekampus berencana untuk buka bersama di Rumah Makan Spesial Sambal (SS).
Sehari sebelumnya Koplo sudah memesan tempat terlebih dahulu, maklum setiap bulan puasa kalau tidak memesan dulu bisa tidak dapat tempat.
Sekitar jam 4 sore mereka semua sudah stand by di rumah makan.

Sambil menunggu azan Magrib, mereka segera memesan makan dan minum.
Mereka pun ngobrol ngalor-ngidul mulai dari kegiatan kampus sampai rencana Lebaran.
Ketika makanan yang mereka pesan sudah tersaji di atas meja.
Azan Magrib yang ditunggutunggu pun akhirnya tiba.

Semua bergembira dan segera berbuka menghabiskan makanan yang tadi mereka pesan.
“Aku cuci tangan dulu ya?” kata Koplo sambil berdiri mau pergi
ke wastafel.

Tiba-tiba dari meja sebelah ada yang memanggil.
“Mas, tambah nasinya ya…!” Ternyata orang tersebut mengira Koplo adalah pelayan warung SS
karena saat itu memakai baju berwarna merah sama seperti karyawan SS.

“Saya bukan pelayan, Mbak,” jawab Koplo. Keruan saja jawaban itu membikin gelak tawa pengunjung terutama temantemannya.
“Wajahmu memang cocok jadi pelayan, Plo…” kata temannya mengejek Koplo.

Dian Eko Saputro,
Muruh RT 002/RW 001,
Slogoretno, Jatipurno, Wonogiri

Solopos,31 MEI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top