Gagal Paham

Kisah ini terjadi pada mak-mak masa kini yang kerjaannya hanya di rumah saja bisa dapat duit, yakni dengan jualan online. Nah, Lady Cempluk sebagai ibu rumah tangga punya kerja sampingan menjual fashion, yakni baju, gamis, jilbab buat dewasa dan anak secara online.

Apalagi di Bulan Ramadan menjelang Lebaran ini, dagangannya semakin laris. Banyak customer yang mencari baju Lebaran. Tak jarang Cempluk menemui pembeli yang super ribet, seperti pembeli yang baru saja menghubungi Cempluk lewat Instagram, sebut saja Jon Koplo.

Jon Koplo tertarik baju koko yang barusan dipos ting Cempluk. Lantas ia meng hubungi Cem pluk lewat nomor whatsapp (WA) yang tertera.

Singkat cerita Koplo bertransaksi dengan harga yang sudah ditentukan. Koplo pun setuju. “Oke Kak, silakan TF dulu ya, barang segera dikirim setelah Kakak TF,” ujar Cempluk dalam pesan WA.

Tak berapa lama, ada nomor asing yang menelepon Cempluk. Cempluk mengangkatnya. “Ini siapa?”

“Halo Mbak, ini Jon Koplo. Lha, katanya suruh telfon dulu, baru barang dikirim?”

Gubrak… Jebul Jon Koplo enggak paham. Yang dimaksud TF itu transfer bukan telefon. “Ealah,
Maaas Mas. Zaman now kok nggak paham kata TF,” batin Cempluk sambi ngekek.

Selain itu, transaksi pun gagal. Jon Koplo mau barang dikirim dulu baru transfer. Cempluk semakin ngekek, “Oalah Maaas, Mas, jane mudheng tuku lewat online apa ora ta?” sindirnya.

Sholikah
Jl. Wijaya Kusuma
2 No. 8 Kauman,
Pasar Kliwon, Solo

Solopos, 5 Juni 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top