Jebul Nglepus

Beberapa hari yang lalu Gendhuk Nicole mengikuti acara buka bersama (bukber) di sekolahnya. Setelah selesai sekitar pukul19.00 WIB, Gendhuk bergegas pulang dengan mengendarai bus antarkota dari Karanganyar menuju Karangpandan. Sesampai di Karangpandan, Gendhuk harus menempuh perjalanan sekitar 15 menit menuju rumahnya.

Ternyata rumah sepi karena pada ditinggal Salat Tarawih di mesjid. Cempluk pun langsung menuju ke kamarnya.

Sepulang dari masjid, ibu Gendhuk yaitu Lady Cempluk langsung mengecek garasi, ia mengecek tanpa menyalakan lampu sehingga tidak melihat
motor Gendhuk yang sudah terparkir rapi. Cempluk mengira bahwa anaknya belum pulang dari bukber.

“Pak kok sudah jam segini Gendhuk belum pulang juga ya, coba dijemput di Karangpandan, Pak,” ucap Cempluk pada suaminya, Jon Koplo.

Khawatir terjadi apa-apa Koplo pun langsung bergegas mencari anaknya. Cempluk juga berusaha menghubungi teman Gendhuk yaitu Tom Gembus. Mendengar kabar dari Cempluk, Gembus langsung menuju ke rumah Gendhuk dan mengajak warga desa untuk bersamasama membantu mencari Gendhuk Nicole.

Cempluk panik tidak keruan karena jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, tapi anak sematawayangnya belum juga sampai rumah.

“Duh, gimana ini?” ucap Cempluk sambil menangis .

Kemudian berencana untuk ikut mencari Cempluk. Ia pun menuju ke kamar anaknya untuk mengambil jaketnya. Tiba-tiba Cempluk kaget bercampur kisinan, “Eee lhadalaah, tiwas digoleki bul turu nglepus… Tiwas Bapak nyari kamu sampai ke kolong
jembatan…” “Lhoh, ada apa ta Buk, kok rame gini di rumah? Ada maling ta?” ucap Gendhuk yang belum sepenuhnya sadar.

Warga desa yang mengetahui hal ini pada ngakak, “Lha wong anaknya tidur kok ditangisi…”

Erika Intan Yuliana
SMAN 1 Karanganyar
erkibadurrahman@gmail.com

Solopos, 13 Juni 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top