Dikira Sepi

Waktu berbuka puasa biasanya menyenangkan, karena bisa langsung menyantap makanan yang diinginkan. Tapi tidak bagi Jon Koplo. Bagi warga Kota Jogja ini, waktu berbuka puasa ternyata bisa jadi kesialan.

Satu hari ketika Jon Koplo masih di jalan, sudah masuk waktu berbuka puasa.

Ia pun mencari warung makan yang diinginkan tapi rata-rata warung-warung pada penuh. Maklum, buka puasa. Tibalah Koplo di sebuah warung bakmi yang kelihatan sepi.

“Wah, sepi nih,” batin Koplo kemudian turun dari sepeda motornya lalu masuk ke dalam warung tersebut.

“Teh manis satu, bakmi goreng satu,” pesannya. Teh manis cepat tersaji. Koplo segera meminumnya untuk membatalkan puasa.

Tapi setelah lama menunggu, bakmi goreng pesanannya tak juga kunjung dibuatkan. Ia pun segera bertanya kepada Tom Gembus, sang penjualnya, “Bakmi goreng saya belum jadi ya, Pak?” Dijawab oleh Tom Gembus, “Belum, Mas.” “Kok belum, memangnya antre berapa sih, Pak?” tanyanya. Dijawab oleh Gembus, “Antri 10 lagi, Mas.” Jon Koplo kaget mendengarnya. Lalu membatin, “Ketoke sepi jebul antrine sepuluh, apes tenan.”

Terpaksalah Koplo memesan teh manis lagi sambil menunggu pesanannya sekalipun itu memakan waktu yang cukup lama.

Heru Prasetyo,
(libraheruprasetyo@yahoo.com)

Solopos, 14 Juni 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top