Prapatan Angker

Jon Koplo, seorang mahasiswa kampus markotop di Jogja yang nyambi jadi tukang ojek online ini,suatu hari sekitar jam 10 malam mendapat
order menjemput Tom Gembus di Stasiun Lempuyangan. Dari depan Stasiun Gembus diboncengkan menuju rumahnya dikawasan Kotagede, Jogja.
Rumah yang ndlesep di tengah kampung itu harus ditempuh melewati lorong-lorong kampung yang selain jalannya sempit dan
berkelok-kelok, juga melewati perempatan dengan pohon beringin besar di tengahnya.

Namun akhirnya, sampai juga Koplo mengantar Gembus di rumahnya. Setelah membayar ongkos,Gembus berpesan pada Koplo,
kalau pulang naik motornya supaya hati-hati. “Kalau sampai di prapatan yang ada pohon beringin besar, jangan lupa
bunyikan klakson, minta izin lewat pada yang mbaureksa pohon itu,” pesan Gembus.

“Halaaah…” bati Koplo. “Yang begituan aku nggak percaya.” Maka, ketika sampai di perempatan yang dimaksud,Koplo tidak membunyikan
klakson. Beberapa saat setelah melewati perempatan, awalnya memang tidak terjadi apa-apa.
Namun, belum ada seratus meter dari perempatan, motornya serasa ada yang mboncengi.

Udara malam dan suasana sunyi menjadikan bulu kuduk Koplo meremang. Entah kenapa, ia jadi bingung dengan
arah yang hendak dituju. Hampir seperempat jam keluar masuk gang, tahu-tahu ia sampai di
rumah Gembus lagi.

“Lhadalah, kok kembali ke sini lagi?” batin Koplo heran bercampur takut.
Tahu kalau ada motor memasuki pekarangannya,Gembus pun ke luar rumah.
Sambil kebingungan dan kamisosolen, Koplo menceritakan
kejadian yang baru saja dia alami.

Gembus tersenyum dan mempersilakan Koplo duduk di kursi. Setelah minum teh hangat
yang disuguhkan Gembus, Koplo agak tenang.
“Mas Koplo, biar pulangnya diantar anak saya. Nanti di prapatan, jangan lupa bunyikan klakson,” pesan Gembus.
Koplo sekarang mengiyakan.

Maka dengan dipandu anak Gembus yang mengendarai motor sendiri, Koplo mengikuti dari belakang.
Sampai di perempatan,Koplo membunyikan klakson. Barangkali sudah dapat izin,“sesuatu” yang memberati
boncengannya sontak hilang.
Koplo sekarang percaya, dhemit itu ternyata memang ada.

Agung Hartadi
Prenggan KG II/938,
Kotagede, Jogja 55172

Solopos,19 JUNI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top