Buka Puasa Duluan

Ini kisah yang tercecer sewaktu puasa Ramadan tempo hari.
Sore itu Jon Koplo mengajak pacarnya, Lady Cempluk, ngabuburit di sekitar alun-alun kota.
Setelah muter-muter dan menyadari hari sudah mulai gelap, akhirnya mereka meluncur ke
warung bakso di pojok alun-alun. Begitu mereka masuk, ternyata di
dalam sudah ada banyak pembeli sedang menunggu azan maghrib,bersiap berbuka puasa juga.

Setelah memesan dua mangkuk bakso dan dua gelas
es teh, Jon Koplo kembali duduk di dekat pacarnya. Tak lama kemudian, pesanan datang.
Dengan semangkuk bakso di hadapan masing-masing, mereka berdua menunggu azan maghrib seperti yang lainnya.
“Belum azan juga ya, perasaan biasanya jam segini sudah azan,” keluh Koplo tak sabar.
“Sabar, Mas,” kata Cempluk. Cukup lama, suasana menjadi hening dan sepi. Para pembeli bakso diam sembari
menajamkan pendengaran, berharap mendengar suara azan.

Tiba-tiba, sayup-sayup Jon Koplo seperti mendengar suara azan. Koplo yang sejak awal sudah tak sabar, langsung
mengucap Alhamdulillah dan menyambar segelas es teh di depannya dan meneguknya berkali-kali.
“Ahh, segerrr…” kata Koplo sembari mengusap mulutnya setelah minum.
Namun, ternyata baru Jon Koplo sendiri yang sudah berbuka. Para pembeli lain masih diam dan menatap Koplo
dengan wajah heran.

“Kok pada lihatin saya gitu,kamu dengar suara azan kan Dik?” Koplo berbisik pada Cempluk.
“Itu suara azan dari handphone- ku Mas, nada SMS!” kata Cempluk sambil merogoh
ponsel dalam tas dan mematikan nada SMSitu.
“Waduh,” seketika Koplo membenamkan muka dalam-dalam, menyembunyikan
wajah dari para pembeli lain yang masih menatapnya.

Beberapa orang mendekap mulut menahan tawa. Beberapa menit kemudian, azan magrib yang sebenarnya baru
terdengar dari sebuah masjid persis di sudut alun-alun. Dengan cengar-cengir, Jon Koplo berbuka
lagi berbarengan dengan yang lain.

Al-Mahfud
Kayen RT 004/
RW 001, Kayen, Pati

Solopos,22 Juni 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top