Gara-Gara CD

Lady Cempluk adalah mahasiswi di salah satu perguruan tinggi top markotop di Solo. Ia ngekos di
tempat indekos putri yang lumayan tertutup,sehingga anak-anak kos memiliki kebiasaan tidak membawa ganti baju saat
mandi. Mereka bisa dengan santainya melenggang keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk.Tapi ini tidak berlaku bagi
Lady Cempluk. Dia termasuk orang yang risih keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk.

Akhirnya tiap mandi Cempluk pun membawalengkap bajunya. Namun,dia ini punya pengalaman buruk, celana dalam (CD)-nya
teles kebes karena jatuh dari gantungan baju.Tak ingin terulang lagi, dia pun beinisiatif memakai CD sebagai tutup kepala.

Suatu hari Cempluk kedatangan dua tamu cowok yang mencari Gendhuk Nicole. Karena sedang mandi, Nicole
meminta Cempluk yang sedang antre di depan kamar mandi menemui temannya dulu. “Pluk, kancaku tulung ditemoni dhisik, ya?” pinta Nicole.
Dengan senang hati Cempluk menemui Jon Koplo dan Tom Gembus yang juga sudah dikenalnya. Obrolan pun
mengalir deras. Koplo dan Gembus tak henti-henti tertawa mendengar cerita Cempluk.

Melihat reaksi mereka, Cempluk pun makin bersemangat melemparkan guyonan. Hingga suatu saat Cempluk menyentuh kepala
dan menyadari CD pink kesayangannya nangkring dengan manis di situ. Mak prempeng! Kontan wajah
Cempluk pun abang ireng menahan malu.

“Asemik! Pantesan ket mau kowe ngguyu kemekelen.Tibakne merga nyawang akukudhungan CD ta?” omel
Cempluk sewot. Koplo dan Gembus pun semakin kepingkel-pingkel.

Evy Sofia
evysofia2008@gmail.com

Solopos,26 JUNI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top