Kena Palak

Menjelang Lebaran,seseorang yang sudah kerja mapan biasanya
menyiapkan pitrah alias uang dalam amplop untuk saudara atau anak-anak kecil
kerabatnya. Namun hal itu tidak berlaku bagi Jon Koplo, pegawai
sebuah bank swasta di Solo. Serupiah pun, pria lajang yang pantas disebut bujang
lapuk ini tidak menyediakan uang pitrah untuk keponakan dan familinya.

Hal ini sudah dimaklumi semua keponakannya. Namun tetap saja, Tom Gembus dan
Gendhuk Nicole, anak dari Lady Cempluk, kakaknya ini, ngedrel terus minta pitrah.
“Mana Om pitrah-nya? Om ini kan mau Lebaran ta Om, setahun sekali saja kok,“
pinta Nicole. Jon Koplo hanya tersenyum kecut.

“Ayo dong Oom, kok nggak ngasih pitrah ta Om?” desak Gembus. “
Husss… Om nggak punya uang!” jawab Koplo agak marah.
“Dasar pelit. Duit Om banyak,Om pegawai bank, dapat gaji
dapat THR, tapi medhit,” protes Nicole.

Karena dendam tidak dikasih pitrah kedua keponakan itu
berencana mau ngerjain pamannya yang pelit itu.
Ketika sedang duduk sambil memainkan ponselnya, Koplo
didekati penjual es krim keliling.

“Pak Jon, dua keponakan njenengan tadi minta es krim 10
biji ke saya, katanya njenengan yang mbayar. Semua Rp120
ribu,” pinta si tukang es krim. ”Wah, sialan, kena palak. Mana
mereka?” tanya Koplo kelincutan mencari dua keponakannya yang sudah melarikan diri itu.
Sambil mecuca-mecucu, Koplo terpaksa membayar es krim yang harganya satu Rp12.000.

Soleh Hadi,
Gagak Sipat RT 003/RW 003,
Ngemplak, Boyolali

Solopos,3 JULI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top