Polisi Betulan

Pengalaman ngisin-isini ini dialami oleh Jon Koplo beberapa bulan lalu.
Seperti biasa, siang itu Koplo berniat menjemput anaknya, Lady Cempluk yang bersekolah
di salah satu SMA favorit di Kota Solo.

Rute yang dilewati itu-itu saja sehingga ia mempunyai kebiasaan yang dilakukan saban
hari, yakni memberi tip bagi para supeltas yang bertugas di banyak persimpangan di Kota Bengawan.
Siang itu Jon Koplo agak terlambat sehingga ia buru-buru.

Ia takut Cempluk marah karena terlambat dijemput. Saat melewati Lapangan Kota Barat ia melihat dari
jauh lalu lintas di utara perempatan Gendengan padat. Seorang pria dengan pakaian khas tampak
kewalahan mengatur lalu lintas.

“Ah, kasihan supeltas itu, panaspanas begini jalanan padat,” batin Jon Koplo sambil menghentikan
sepeda motornya. Ia pun membuka dompetnya. Uang tersisa Rp15.000 tapi ia tetap
berniat berbagi rezeki dengan pria yang mengatur lalu lintas itu.
Jon Koplo pun melajukan kembali motornya dengan pelan.

Tangan kirinya menggenggam uang Rp5.000 yang akan disedekahkan.
Sampai di dekat orang yang dituju Koplo melambatkan
motornya sembari tangannya menjulur ke arah ke pria yang belum dikenalnya itu.

“Apa ini maksudnya, Pak?” tibatiba suara keras mengagetkannya.
Seketika Koplo menghentikan motornya dan mengamati pria yang disangkanya supeltas itu.
“Saya ini petugas, sedang mengatur lalu lintas. Ayo, bapak
segera lewat biar tidak macet,” ujar pria yang ternyata polisi betulan itu.

“Aduh, maaf, Pak, saya kira Bapak ini petugas supeltas,” kata
Jon Koplo kepada polisi yang bernama Tom Gembus itu.

Heni Indah Kusumastuti,
Tegalrejo RT 002/003 Sondakan,
Laweyan, Solo

Solpos,6 JULI 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top