Kartu ATM Rusak

Jon Koplo biasa mempergunakan kartu ATM milik Lady Cempluk, ibunya,untuk mengambil uang.
Namun beberapa hari ini kartu tersebut tidak bisa digunakan. Ketika Koplo menghadap petugas bank,
petugas menyarankan agar ibunya sendiri yang mengurusnya. Koplo pun memberikan kartu ATM kepada ibunya.

Sebelum mengurus kartu ATM ke bank, Cempluk bercerita kepada temantemannya. Oleh karena
Cempluk tidak mudheng soal kartu ATM, dengan lugunya ia bilang kartu ATM-nya rusak, tidak bisa dipakai.
“Rusak bagaimana? Tertelan di mesin ATM-kah?” tanya Gendhuk Nicole.
“Tidak. Lha ini. Pokoknya rusak,” jawab Cempluk asal kena.
“Atau mungkin salah memasukkan PIN, jadi diblokir?” tanya Tom Gembus.
“Tidak mudheng.

Sudah beberapa kali terakhir tidak bisa dipakai. Biasanya bisa kok.”
“Jangan-jangan kartu ATMnya kadaluwarsa, jadi harus diperbarui lagi. Sudah berapa lama kartu ATM-nya?”
“Belum lama, belum ada satu tahun.” “Sebentar, sebentar, saldonya masih berapa?” “Lima ratus ribu rupiah.
Maksudku, Koplo kusuruh ambil semua uangnya lima ratus ribu. Jadi sisanya dibuat nol rupiah.”
Semua tertawa seketika.

“Oalah Mbak Cempluk, kalau mau diambil semua jelas nggak bisa. Tiap bank kan beda-beda.
Tetap harus ada saldonya. Coba nanti diambil seratus ribu, pasti bisa,” kata Nicole.
“O, gitu ya?” “Untung sampeyan belum jadi menanyakan kartu ATM yang rusak. Bisa kisinan sampeyan…”
Cempluk hanya cengar-cengir tersipu malu.

Noer Ima Kaltsum
SMK Tunas Muda
Karanganyar, Jl. Dr Rajiman,
Ngijo, Tasikmadu, Karanganyar

Solopos,12 JULI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top