Tiwas Nggoleki

Kita sering tak percaya bahwa
kecanggihan digital telah
banyak menyulap sesuatu
menjadi kecil. Begitu halnya dengan
Jon Koplo, guru di salah satu SMK
swasta di Boyolali ini. Beberapa
pekan yang lalu ia pergi ke kampung
laptop di Pabelan, Sukoharjo. Ia
harus meng-update laptopnya
karena ada gangguan sinyal wifi
sebelum tahun ajaran baru tiba.
Sesampainya, Koplo mengutarakan
keluhannya kepada Lady Cempluk,
salah satu karyawati konter.

Lalu ia mendapatkan surat
servis untuk membubuhkan
nama dan nomer HP. Konter
akan memberi tahu melalui SMS
jika barang sudah jadi.
Benar, dua hari kemudian Koplo mendapat SMS dari konter, jika
laptopnya sudah bisa diambil dengan biaya seratus ribu.
“Mau ambil laptop,Mbak”, ucap Koplo sembari
menyerahkan surat servis setelah sampai konter.

Cempluk lalu menyerahkan laptop dan USB wifi yang
terbungkus kotak sebesar batu bata yang dibelah dua. Dengan
sigap Koplo menghidupkan laptop dan membuka kotak
itu untuk memastikan bahwa sinyalnya sudah membaik.

Saat membuka kotak, ia menemukan benda kecil hitam
sebesar biji kurma. Ia lalu mencari barang lain di kotak itu.
“Lho, Mbak. Ini USB wifi-nya mana?” tanya Koplo.
Cempluk menahan senyum lalu menjelaskan bahwa USB wifi
memang kecil yang sekarang sudah berada di tangannya.

Koplo baru ngeh mendengar penjelasan Cempluk. “Oalah… tiwas nggoleki
yeng-yengan, jebul barange mung cuilik iki tok” gerutu Koplo.
Setelah memastikan laptopnya sembuh, Koplo berlalu.
Sementara Cempluk dengan tawa kecil membisiki
teman karyawati, menceritakan kejadian barusan.
Ealaah… dasar guru jaman old.

Bisri Nuryadi
(bisrinuryadi@gmail.com)

Solopos,26 JULI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top