Kabotan Jeneng

Siang itu, Jon Koplo keluar dari rumah. Di teras, Lady
Cempluk, tetangganya,menghampirinya. Cempluk
bercerita bahwa ada seorang lakilaki
mencari orang yang namanya asing di lingkungan RT mereka.

“Mas Koplo, tadi ada orang luar kota mencari orang yang
namanya asing di sekitar wilayah RT kita.”

“Alamat yang dicari benar atau tidak RT, RW-nya dengan
lingkungan sini?” tanya Koplo.

“Kalau alamatnya memang satu RT dengan kita.”
“Yang mencari orang mana?”

“Orang Karanganyar, dekat Grojogan Sewu. Katanya dia
punya kenalan di Pacitan dan alamatnya sesuai dengan
lingkungan kita, tapi nama yang dimaksud orang itu tidak ada
di sini.”

“Yang dicari namanya siapa je Mbak Cempluk?”
“Katanya, teman yang dicari itu namanya Tom Gembus, kan
nggak ada orang yang namanya kayak makanan gitui?”

“Badalah, Tom Gembus itu nama asliku, Mbak. Berarti itu teman kuliahku.”
“Tadi kusuruh ke RT sebelah. RT sebelah ada yang namanya Gembus.”

Tidak menunggu lama, Koplo mencari teman kuliahnya
di RT sebelah dan akhirnya ketemu. Beruntung temannya
belum pergi jauh. Jauh-jauh dari Karanganyar ke Pacitan,
kasihan kan kalau tidak bertemu.

“Mas, sori ya. Pasti tadi sempat mbatin, mosok
tetangga satu RT tidak kenal dengan saya. Begini Mas, nama
kecil atau nama asli saya sesuai KTP adalah Tom Gembus. Tapi
di rumah nama panggilan saya adalah Jon Koplo.

Karena dulu waktu kecil, saya sering sakit-sakitan. Mungkin karena
kabotan jeneng. Menurut orang Jawa nama saya harus diganti.
Di rumah, nama panggilan saya Koplo,” Koplo menjelaskan
tharik-tharik.

Noer Ima Kaltsum,
Manggeh RT 004/RW
013, Lalung, Karanganyar,
Karanganyar

Solopos,28 JULI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top