Ampiang Ciu

Setiap hari Senin dan Jumat,Lady Cempluk mengikuti senam
aerobik di balai desa. Selain ingin langsing, tujuan Cempluk ikut
senam adalah refreshing dan me time,sebab kesehariannya ia hanya sebagai
ibu rumah tangga yang jarang keluar rumah.

Sore itu salah satu teman senamnya yang bernama Gendhuk Nicole baru
pulang dari luar Jawa membawakan oleh-oleh beberapa bungkus camilan,
bentuknya seperti keripik. Namun di luar kemasan tertulis “ampiang ciu.”

Hal itu membuat Cempluk me ngurungkan niatnya untuk
mem berikan oleh-oleh itu ke anakanaknya
melainkan disem bunyikan di dalam lemari pakaiannya.

Malam harinya, sang suami sebut saja Jon Koplo, terdengar
kremas-kremus makan sesuatu. Cempluk yang sedang menemani
anak bungsunya tidur pun merasa terganggu. Ia kaget bukan
kepalang ketika melihat yang dimakan Koplo adalah ampiang
ciu, oleh-oleh dari temannya tadi.

“Aduh Pa, piye ta kok dimakan? Papa nanti bisa
mabuk, itu ciu lo Pa, nggak boleh dimakan, haram!”” kata
Cempluk heboh sendiri.

“Woalah, Mama itu lo, ada makanan enak kok disembunykan
di lemari,” ujar Koplo. “Mah denger ya, ini dinamakan
ampiang ciu karena kripik ini bahannya dari ikan ciu bukan ciu
minuman keras,” terangnya.

Mendengar penjelasan suaminya, Cempluk pun mesammesem
kisinan. Ia pun nyeletuk, “Makanya Pa, Mama ki diajak
jalan-jalan biar enggak kudet alias kurang update. ”

Dwi Rahayu,
Jaten RT 003/ RW 002,
Purwantoro Wonogiri

Solopos,30 JULI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top