Kelewat Pede

Hari itu Lady Cempluk tidak mengajar, hanya
memberikan tugas kepada siswa-siswinya, sebab ia ada acara
silaturahmi dan pembinaan guruguru Pendidikan Agama Islam
se Kabupaten Wonogiri.

Acara seperti ini baru pertama kali ini diikutinya. Maklum, ia belum lama
mengabdikan diri sebagai guru Agama Islam di sebuah SMP
Negeri. Acara tersebut diadakan di salah satu rumah makan di daerah
Ngadirojo.

Meskipun awalnya Cempluk tidak tahu tempatnya, akhirnya
ia sampai juga setelah memanfaatkan Google Maps.
Sesampai di tempat parkir, ia merasa diperhatikan
oleh seorang laki-laki yang kelihatannya berusia sebaya
dengannya, sebut saja Jon Koplo.

Awalnya Koplo melambaikan tangan padanya
namun Cempluk diam dan cuek saja karena merasa tidak
mengenalnya. Namun, sudah didiamkan ternyata Koplo itu makin nyolot.

“Hai, Mbak, Mbak…” teriak Jon Koplo. Lady Cempluk mulai geram
sebab makin lama kok makin SKSD (sok kenal sok dekat)
dengannya dan malah mulai mendekatinya padahal ia sudah
parkir di tempat yang jauh.

“Apa ta Mas jane nyeluki wae?” tanya Cempluk pasang wajah judes.
“Ealah mbak-e piye ta, mau dikasih tahu kok malah bablas aja.
Mau rapat ta?” tanya Koplo lagi. “Iya, saya lagi sibuk ini, sudah
telat, maaf ya. Permisi…” ujar Cempluk pura-pura sibuk.
“Weh-weh-weeeh Mbak, apa njenengan pikir saya mau ngajak
kenalan.

Enggak lah, saya ini tukang parkir di sini, mau ngasih
tahu kalau rapatnya di gedung belakang. Gedung depan ini
dipakai buat acara lain,” terang Jon Koplo.

Mak prempeng, Lady Cempluk langsung abang-ireng. Ternyata
bukan Jon Koplo yang SKSD melainkan dia yang kelewat
pede. Setelah berterima kasih, ia pun langsung ngeloyor pergi.

Rohmah Jimi S.,
Soco RT 002/RW 004
Slogohimo, Wonogiri

Solopos,31 JULI 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top