Obong–Obong Malah Kobongan

Selaku pejabat baru sebagai salah satu
kepala bidang di Dinas Pendidikan Kota
Tegal, Jon Koplo mendapat fasilitas rumah dinas agar
warga asli Semarang ini tidak perlu indekos di Kota Warteg.
Rumah dinas tersebut berupa rumah kecil yang sebelumnya
sudah menganggur lama alias tidak berpenghuni.

Tentu saja Jon Koplo wajib membersihkan sampah dan
rumput-rumput yang berada di pelataran depan dan belakang rumah kosong itu.
“Walah, membersihkan rumput sebanyak ini marai lempoh,” gerutu pemalas itu.
Ia pun akhirnya mencari akal. Diambillah semprotan
serangga, namun tidak diisi dengan obat pengering
rumput, melainkan diisi bensin.

Dalam pikirannya kalau obat pengering rumput butuh waktu
agak lama untuk membuat rumput kering. Namun kalau
bensin bisa seketika itu juga membakar rumput sampai ke akar-akarnya.

Setelah disemprot secara merata, dia melemparkan
kain yang dibakar di tengahtengah halaman penuh rumput
itu. Apa yang terjadi? Mak buuuusss… seketika itu juga
satu halaman penuh lautan api. Angin yang kencang
membuat nyala api makin berkobar-kobar.

“Kebakaran…! Kebakaran…!” teriak Tom Gembus, salah
seorang warga. Keruan saja warga sekitar
berhamburan ke rumah kosong tersebut. Mereka bergotongroyong
memadamkan api tersebut.

“Kok bisa seperti ini, apa penyebabnya, Pak?” tanya Gembus.
“Tadi niat saya membakar rumput, tapi nggak tahu kalau
jadinya seperti ini,” jawab Koplo jujur.
“Wah, sampeyan ki sembrono tenan, mosok
mbakar rumput segini luasnya, bahaya… Tahu nggak?”

Jon Koplo hanya diam merasa bersalah. Setelah
tahu asal muasal terjadinya kebakaran, warga pun tetap
membantu memadamkan api sambil pada muringmuring.

Tri Rakanti Budiningrum,
Gagak Sipat RT 003/RW 003,
Ngemplak, Boyolali

Solopos,4 AGUSTUS 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top