Kok Malah Pidato?

Beberapa waktu lalu Jon Koplo dan istrinya, Lady Cempluk, menghadiri pesta pernikahan salah seorang karyawannya yang bernama Gendhuk Nicole di Boyolali. Bos sebuah bank perkreditan rakyat di Sukoharjo yang asli Bandung ini blas sama sekali tidak mudheng bahasa Jawa.

Padahal acara pernikahan itu menggunakan bahasa kromo inggil. Ia duduk di kursi paling depan bersama tamu penting lainnya. Jon Koplo tampak enjoy mengikuti acara resepsi tersebut walau tak mudheng bahasanya. Tiba waktunya pasangan pengantin tedhak sungging alias foto bersama.

“Kasuwun Bapa Jon Koplo sekalian Ibu pinarak ngajeng, saperlu tedhak sungging kaliyan pasangan pinanganten,” kata pambiwara Tom Gembus sambil mempersilakan. Jon Koplo didampingi Lady Cempluk langsung menuju
panggung pengantin dan mengambil mik pengeras suara. Dengan PD-nya ia berpidato.

”Terima kasih saudara-saudara, meskipun saya tidak bisa bahasa Jawa tapi saya diminta memberi sambutan tedhak sungging kepada para hadirin, terima kasih untuk keluarga Gendhuk Nicole dan seluruh kerabatnya…” kata Jon Koplo mulai nyerocos. Tamu undangan pun bingung, ada yang geli dan ada yang plonga-plongo melihat kelakuan Koplo. Jon Koplo tidak nggagas, tapi Lady Cempluk tanggap, ”Pak, ada yang tidak beres dengan kita nih, tapi apa ya? Saya enggak paham,” tanya Cempluk.

Akhirnya salah seorang panitia maju ke panggung dan membisiki Jon Koplo, ”Pak, tedhak sungging itu artinya mau diambil gambarnya alias foto bersama. Jadi Bapak dan Ibu cukup berjejer dengan pengantin dan difoto, enggak ada acara pidatonya,” kata orang tersebut.

Akhirnya Jon Koplo sambil cengingas-cengingis kisinan mohon maaf kepada hadirin kemudian langsung foto bersama dengan Gendhuk Nicole dan pasangannya lalu menyalami dan pamitan pulang.

Soleh Hadi S.,
Gagak Sipat RT 003/RW 003,
Ngemplak, Boyolali

Solopos, 7 Agustus 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top