Oh, Seragamku…

Hari ini Jon Koplo, seorang guru SD di Wonogiri ini pulang kerja dengan membawa bungkusan plastik. Sang istri, sebut saja Lady Cempluk, nampak sumringah, mengira itu adalah oleh-oleh untuknya.

Tapi Cempluk kecele, ternyata yang dibawa Koplo adalah kain dari sekolahan. Cempluk yang bekerja sebagai penjahit itu pun langsung membuka kain yang dibawa suaminya. “Weh, Pak, warnanya pink pasti cocok dipakai,” komentar Cempluk.

Setelah mengecek kainnya, ternyata kualitasnya tidak terlalu bagus alias murahan, Koplo pun memberikannya kepada Cempluk.

“Sak karepmu, meh mbok pakai apa. Aku emoh,” kata Koplo. Cempluk yang tidak terlalu suka dengan jenis kainnya yang nampak tak nyaman untuk dipakai pun akhirnya mempunyai ide cemerlang.

Ia menjahit semua sisi kain sebagai seprai di kamar anaknya. Maklum meskipun sudah kelas 2 SD, sang anak yang sudah tidur sendiri itu masih suka mengompol sehingga hampir tiap hari bergonta-ganti seprai. Suatu hari ketika pulang dari mengajar, Jon Koplo pun bingung mencari kainnya.

“Lho, katanya dikasihkan aku? Ya tak pakai ta?”

“Belum kamu jahit kan Pluk? Waduh, ternyata itu kain seragam yang harus dipakai tiap hari Kamis. Tak kira bukan seragam…” kata Koplo. Cempluk pun buru-buru masuk ke kamar anaknya dan memperlihatkan kain yang dicari Koplo.

“Waduh Pak, baru beberapa hari dipakai sprei kok malah sudah kena ompol. Tak cucine kene…” kata Cempluk sambil menahan tawa.

D. Ade Kurniawan,
Pengajar di SDN III
Jatisrono, Wonogiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top