Malu Setengah Mati

Gendhuk Nicole kerap tidak percaya diri sebab bentuk tubuhnya yang kini makin makin melebar dan jerawatnya makin hari makin banyak jumlahnya. Ketika tidak bekerja, ia pun kerap menghabiskan waktu di rumah daripada bepergian dengan teman-temannya.

Sore itu selepas bekerja, ia me lihat sebuah mobil terparkir di de pan rumahnya. Gendhuk Nicole pun mengurungkan niatnya untuk pulang karena rasa tidak pede-nya itu.

Ia memarkir motornya di depan musala samping rumahnya, lalu masuk rumah lewat pintu belakang.Namun ternyata, pintu belakang rumah terkunci. Nicole pun memutuskan untuk menunggu sampai sang tamu pulang. Setengah jam berlalu, sang tamu tak kunjung pulang juga.

Nicole pun lantas WA ke nomor sang ibu sebut saja Lady Cempluk.

“Bu, bukain pintu belakang ya, Nicole malu lewat depan, ada tamu,” bunyi WA tersebut. Ternyata, yang membuka WA tersebut adalah adiknya yang masih duduk di bangku TK. Meskipun masih TK, adik Nicole sudah pandai membaca sehingga ia membaca dengan keras WA dari kakaknya itu.

“Ndak usah malu, Nic. Ini Pak Gembus, guru kamu waktu SMA,” teriak tamu tersebut yang ternyata adalah Tom Gembus, gurunya waktu SMA. Nicole yang menanti di belakang rumah pun kaget bukan kepalang, ia tidak menyangka akan ketahuan dengan cara seperti itu. Setelah dibukakan pintu oleh sang Ibu, Cempluk pun dengan malu-malu mendekati Pak Gembus sambil senyam-senyum.

“Ealah… ditunggu dari tadi kok malah malu… Sini,” kata Pak Gembus.

Nicole yang malu setengah mati pun akhirnya duduk sambil jagongan dengan mantan gurunya…

Nyunik Suryani
(nyunik_suryani@yahoo.co.id)

Solopos, 13 Agustus 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top