Bukan Pistol Rusak

Bagi Lady Cempluk, membuat Tom Gembus anak semata wayangnya senang hukumnya adalah wajib. Apa pun yang diminta Gembus asalkan masih wajar, pasti dibelikannya. Termasuk pada siang itu ketika ada pedagang mainan lewat di depan rumahnya dan Tom Gembus geger minta dibelikan, Cempluk mengiyakan. Gembus pun memilih pistol mainan. Ketika dicoba pistol tersebut berbunyi, Cempluk pun langsung membayarnya.

“Ma, aku pilih yang masih dalam plastik,” pinta Gembus.

Tanpa pikir panjang, Cempluk pun mengiyakan dan langsung membawa pulang mainan tersebut. Apalagi saat penjual mainan memberi tahu jika harga mainan dalam plastik lebih murah. Tak berselang lama, Gembus kembali merengek karena pistol mainan yang baru saja dibelinya ternyata tidak berfungsi dan tidak berbunyi seperti pistol yang dicoba tadi.

“Waduh Le, lagian kamu pilih yang diplastik sih, malah rusak kan? Harusnya yang dicoba tadi, ” gerutu Cempluk.

“Ayo beli lagi Ma, ayo…!” rengek Gembus. Karena selain tak tahan mendengar rengekan anaknya, Cempluk juga tak terima dibohongi penjual
mainan. Ia pun memutuskan untuk mencari penjual mainan itu dengan bertanya pada tetangga-tetangganya. Setelah muter-muter cukup lama, akhirnya ketemulah Cempluk dengan penjual mainan itu, sebut saja Jon Koplo. “He, Mas. Masa mainan rusak gini dijual? Ini nggak bisa berbunyi dan berkedip-kedip seperti yang dicoba tadi,” ujar Cempluk marah.

“Oalah Bu, ini karena belum diisi batu baterai. Kan harganya beda dengan yang tadi. Saya kira Ibu sudah punya batu baterainya,” kata Koplo.

Cempluk jadi salah tingkah. Ia sama sekali tidak punya pikiran tentang batu baterai. Setelah meminta maaf, Cempluk pun membeli batu baterai sekalian

Dwi Rahayu, Jaten RT 003/
RW 002, Purwantoro, Wonogiri

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top