Salah Pangkon

Sudah menjadi kebiasaan di masjid kampung Lady Cempluk di Laweyan, Solo, kalau ada pengajian malam biasanya para ibu ikut salat Isya
berjamaah terlebih dahulu. Tak jarang mereka sering membawa anaknya ke masjid, dan sudah pasti anak-anak kecil pada gojek, berlarilari
ke sana kemari susah diatur.

Demikian pula yang dialami oleh Gendhuk Nicole, anak yang belum genap 2 tahun.

Saat ibunya salat, ia ikutikutan gojek bersama temanteman lainnya.

Mereka baru akan berhenti ketika sudah mendekati tahiyat akhir, pura-pura anteng dan diam. Itulah akal anak-anak agar mereka tidak dimarahi orangorang tua seusai salat. Begitu tahiyat akhir, Gendhuk langsung mak breg… rebahan di pangkuan Lady Cempluk.

Cempluk pun agak gusar karena terganggu konsentrasi salatnya. Gendhuk Nicole makin asyik ngusel-usel, memelukmeluk dan duduk dengan
enaknya di pangkuan Cempluk. Namun saat salam dan ia mendongakkan kepala, betapa kagetnya karena Lady Cempluk bukanlah ibunya. Ibunya duduk di sebelahnya. Seketika itu juga meledaklah tangis anak kecil itu… “Huwaaa… huwaaa, mamakku endi?” teriaknya sambil nangis bengok-bengok

“Tuh mamakmu yang di sebelahku, kamu salah minta pangku,” kata Cempluk.

Peringatan Cempluk bukannya membuat anak itu diam tetapi malah nangis makin keras. “Mamak, ayo mulih…!” teriak Gendhuk Nicole.

Seketika itu juga ibu Gendhuk langsung mengangkat bocah balita itu dan menjunjungnya pulang. Mereka sudah bikin heboh jamaah di  masjid dan urung ikut pengajian

Conny Warsito
RT 003/RW 017, Nusukan,
Banjarsari, Solo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top