Teropong bintang impian

Lintang, mempunyai cita-cita menjadi seorang astronaut. Maka tak heran jika ia sangat menyukai hal-hal yang berhubungan dengan luar angkasa. Semua barang miliknya bergambar astronot dari mulai tas, buku, tempat pensil, kotak makan dan minum.

Saat pulang sekolah, tanpa sengaja Lintang melihat sebuah teropong bintang yang terpasang di etalase sebuah toko.􀀃 “Wah, bagus banget teropong  bintangnya,” ucap Lintang kagum.

Lintang bergegas pulang ke rumah dan ingin mengatakan pada bunda kalau ia ingin memiliki sebuah teropong bintang. Saat tiba di rumah, tanpa sengaja  Lintang mendengar percakapan antara Bunda dan Kak Wulan.􀀃

“Percuma kalau aku minta sama Bunda buat dibeliin teropong bintang. Pasti Bunda enggak bisa mengabulkan keinginanku, kan uangnya udah dipakai buat  bayar study tour-nya Kak Wulan,” kata Lintang sedih dan mengurungkan niatnya untuk bicara pada Bunda.

“Aku harus bisa punya teropong bintang itu dan akan membelinya dengan uangku sendiri,” tekad Lintang dalam hati.

***
Lintang mulai belajar berhemat, ia menyisihkan uang saku yang diberikan Bunda. Di saat teman-temannya bisa jajan sesuka hati tetapi Lintang harus menahan diri demi keinginannya untuk memiliki teropong bintang bisa terwujud. Lintang juga memilih untuk membawa bekal daripada membeli makanan di kantin sekolah. “Lintang, sudah beberapa hari ini kamu membawa bekal makanan dari rumah? padahal dulu kan enggak pernah?” tanya Bagas heran.

“Aku sedang berhemat, Gas. Uang saku dari Bunda aku sisihkan untuk beli teropong bintang,” jelas Lintang.
“Hah, teropong bintang? Untuk apa beli teropong bintang dan apa manfaatnya?”
“Aku kan pengin jadi astronot, tentu sangat bermanfaat buatku, Gas. Teropong bintang atau yang biasa disebut teropong astronomi adalah teropong yang  igunakan untuk melihat bintang atau benda langit yang memancarkan cahaya sendiri. Teropong bintang, tidak hanya untuk melihat bintang, tapi juga bisa digunakan untuk mengamati benda-benda angkasa seperti komet, asteroid, planet, atau benda angkasa lainnnya,” jelas Lintang antusias.

***
“Ada apa dengan anak Ayah kok murung begitu?” tanya Ayah pada Lintang yang sedang duduk melamun di teras rumah.
“Tidak ada apa-apa kok, Yah.”
“Jangan bohong, Ayah tahu kalau anak ayah sedang bicara tidak jujur saat ini.”
Satu menit, dua menit hingga lima menit Lintang masih tidak menjawab pertanyaan Ayah. Setelah didesak, akhirnya Lintang menceritakan semuanya pada Ayah.
“Oh, jadi begitu ceritanya, anak Ayah pengin punya teropong bintang?” Lintang mengangguk.

“Lintang pasti bisa kok punya teropong bintang impian Lintang asal…,” Lintang memotong perkataan Ayah.“ Jadi Ayah mau beliin Lintang teropong bintang ya  Yah,” ucap Lintang penuh harap.

“Lho siapa bilang Ayah mau belikan. Tadi Ayah bilang, Lintang bisa punya teropong bintang itu asal berusaha.”
“Lintang sudah berusaha Yah, dengan menabung uang saku dari Bunda.”
“Berarti usaha Lintang kurang sungguh-sungguh.”
“Lalu Lintang harus gimana Yah?”
“Ayah akan menambah uang saku Lintang, tapi ada syaratnya.”
“Syaratnya apa Yah?” tanya Lintang penasaran.
“Lintang harus cuci motor ayah setiap pagi, sebelum ayah berangkat bekerja dan sore hari setelah ayah pulang bekerja. Nanti Lintang akan dapat uang dari mencuci motor, uang itu akan ayah berikan setiap sepekan sekali. Bagaimana setuju?” “Ok, Yah Lintang setuju.” Lintang dan Ayah saling menautkan jari kelingking mereka masing-masing.

Sesudah Salat Subuh Lintang bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air, sabun pencuci motor dan juga sehelai kain. Dengan bersemangat Lintang mencuci  motor Ayah sampai bersih sehari dua kali. Pagi dan sore hari. Apa pun akan Lintang lakukan agar dapat memiliki teropong bintang impiannya selama apa yang  ia lakukan itu halal.

***
Tanpa terasa sudah dua bulan Lintang menabung dari uang saku dari Bunda yang ia sisihkan dan upah mencuci motor. Uang itu Lintang masukkan ke dalam celengan berbentuk roket. Dengan bantuan Ayah, Lintang membuka dan menghitung uang yang ada di dalam celengan. Kemudian diantar Ayah ke toko untuk membeli teropong bintang. Dengan hati berdebar Lintang berjalan menuju ke arah toko, ia takut kalau teropong bintang itu sudah dibeli orang lain. Ternyata Tuhan Maha Baik, teropong bintang itu masih ada dan resmi menjadi milik Lintang, setelah ia menyerahkan beberapa lembar uang kepada pemilik toko.

“Pasti sangat seru dan mengasyikkan bisa melihat indahnya benda-benda di luar angkasa.” Lintang tersenyum bahagia. Karena ketekunannya menabung,  Lintang bisa memiliki teropong bintang impiannya. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin selama kita sungguh-sungguh berusaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top