Sama Putihnya

Jam enam pagi, Jon Koplo sudah disibukkan dengan anaknya yang menangis meminta susu. Tom Gembus yang masih duduk di TK tersebut terus menangis di kamarnya. Sementara Lady Cempluk, istrinya, lagi ke pasar. Koplo yang kebingungan itu langsung pergi ke dapur untuk membuatkan susu anaknya. Tapi ketika membuka rak makanan…

“We lhadalah, kok susune ora ana?” gumam Koplo.

Ia langsung menelepon istrinya, “Buk, susunya Tom Gembus kok nggak ada di dapur? Ini anakmu nangis terus dari tadi.”

“Susunya Gembus sudah saya siapkan di meja makan,” jawab Cempluk dari seberang.

Koplo langsung menuju meja makan. Ketika melihat segelas “susu putih” di meja, Koplo langsung mengambilnya dan memberikannya pada Gembus.

Ketika Lady Cempluk sudah berada di rumah, ia mencari cari segelas santan yang ia taruh di meja makan yang akan digunakannya untuk memasak sayur lodeh.

“Pak, santenku kok nggak ada? Padahal sudah tak tutupi lho, biar nggak ada yang ngowah-owah,” tanya Cempluk.

“Hah? Santen? Kata Ibu itu susunya Gembus?” jawab Koplo kebingungan.

Gembus itu yang ada di botol, bukan di gelas” ujar Cempluk kesal.

“Oalah Buuuk… Buk. Pantes aja kata Gembus rasa susunya aneh, terus langsung saja Bapak buang. Pikirku susunya sudah nggak enak  rasanya,” ucap Koplo sambil cengarcengir.

Dwi Puji Astuti,
Mantung Gg. Teratai No. 16
RT 002/RW 013, Sanggrahan,
Grogol, Sukoharjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top